Camin

Kesenian dan Kebudayaan adalah jiwa bangsa. Hancurlah siapa yang melupakan akal budi. Pondasi sebuah masyarakat yang maju adalah tradisinya. Maka belajar yang terbaik adalah dari sejarah.

Cipeh

Sepatah kata, Seiring berita. Sesuatu yang kecil menjadi besar karena sebuah alasan. Anda ingin tahu alasan besar dibalik sebuah berita kecil? disini tempatnya!

Garak

Dunia kata, dunia tanpa suara. Hanya rajutan huruf yang berirama. Tapi memahaminya membuat kita mengerti, bahwa dunia tak pernah mati, dari informasi.

Kaji

Dunia kampus. Tempat ide bertemu semangat. Tempat akal bertemu kejujuran hati. Kata siapa? disinilah tempatnya menemukan jati diri, untuk siapa yang bertanya.

Ranah

Opini anda tentang dunia. Kami peduli, juga orang yang tak pernah berhenti mendengarkan. Apapun bisikan Anda, pastikan semua orang mendengarnya, melalui KacaPemirsa.

Home » Archive by Category

Articles in the Kaji Category

Tambologi 2 “Ovolum dan Segumpal Tanah”
Thursday, 15 Jan, 2009 – 22:51 | 3 Comments
Tambologi 2 “Ovolum dan Segumpal Tanah”

Oleh : Rahma Diana
Selasa, 4 november 2008 di gedung Teater tertutup taman budaya Sumatra Barat dipentaskan sebuah pertunjukan teater Sekolah Tinggi Seni Indonesia Padang Panjang. Pertujukan teater yang berjudul Tambologi 2, ”Ovolum dan Segumpal Tanah” …

Institusi (Pendidikan) Seni, Liberalisasi dan Karakter (kesenimanan)
Thursday, 15 Jan, 2009 – 22:22 | One Comment
Institusi (Pendidikan) Seni, Liberalisasi dan Karakter (kesenimanan)

Hikmat Budiman (ketika membedah tulisan Daniel Bell) pernah mengutip tulisan David Harvey yang memuat pendapat Marsall Bermann tentang modernitas. Dalam tulisan tersebut Bermann merinci Modernitas sebagai proyek sejarah yang cepat, simpang siur, dan keras tanpa ampun. Di sisi lain, Marx menyebut fenomena ini sebagai “semua yang padat akan menguap ke angkasa”. Kedua sinyalemen tersebut seolah menegaskan bahwa modernitas akan ditandai pergesekan yang sepertinya tak kenal lagi tapal batas, baik yang berupa ras, culture, idiologi, agama, kebangsaan dan tapal batas yang lain. Semuanya serba cair.

Pendidikan Musik : Masalah, Sebab dan Akibatnya
Thursday, 15 Jan, 2009 – 21:50 | One Comment
Pendidikan Musik : Masalah, Sebab dan Akibatnya

Secara umum Juju Masunah mengatakan dalam makalahnya; Diharapkan pendidikan seni memiliki peranan dalam pembentukan pribadi siswa yang harmonis antara logika, etika, rasa estetis, dan artistik dalam pengembangan kreatifitas, dan dalam menumbuhkan kesadaran dan kemampuan berapresiasi terhadap keragaman budaya (Yayah Khisbiyah, Pendidikan Apresiasi Seni, 2004: 123). Pertanyaan yang mesti dijawab; sudahkah pendidikan seni musik menjalankan peranannya?

Pendidikan Budaya Minangkabau
Thursday, 15 Jan, 2009 – 21:30 | One Comment
Pendidikan Budaya Minangkabau

Oleh Edy Utama
Orang Minangkabau sedang berada di persimpangan jalan. Persimpangan antara masa lalu dan masa kini. Maju sulit, mundurpun susah. Godaan masa kini dan masa depan, yang digerakkan oleh kekuatan kapitalisme global, telah menggoda cukup …

Fenomena Lembaga Pendidikan Tinggi Seni
Thursday, 15 Jan, 2009 – 21:17 | No Comment
Fenomena Lembaga Pendidikan Tinggi Seni

Oleh: Sahrul N
Dunia pendidikan di Indonesia secara umum dalam sepuluh tahun terakhir ini mengalami kemunduran yang sangat signifikan, terutama sejak bergulirnya era reformasi. Mahasiswa seperti tidak lagi mempercayai pendidikan formal yang dikelola oleh pemerintah yang …