Duka Dibalik Kemah Kriya, Puntung Rokok Berujung Petaka
Mujur sepanjang masa, malang sekejap mata. Setidaknya, pepatah inilah yang tepat menggambarkan suasana duka yang tengah menyelimuti keluarga besar Jurusan Kriya STSI Padang Panjang. Doly, salah seorang mahasiswa peserta Kemah Kriya 2008, harus menderita luka bakar serius di sejumlah bagian tubuhnya, akibat sambaran api unggun yang diduga berasal dari puntung rokok. Peristiwa naas itu terjadi Sabtu (29/11), bertempat di Kayutanam Kab Padangpariaman.
Informasi yang berhasil dirangkum PITULUIK dari sejumlah saksi mata menyebutkan, peristiwa bermula saat Doly bermaksud hendak menyiramkan bensin ke tumpukan kayu bakar, yang sedianya akan dipergunakan untuk membuat unggun. Tanpa disadari, disela tumpukan kayu tersebut terdapat puntung rokok yang masih dalam kaeadaan menyala. Dalam sekejap, api langsung berkobar dan serta merta menyambar bagian wajah, kaki dan tangannya.
Tanpa menunggu waktu lama, Doly yang dalam kondisi kritis langsung dilarikan sejumlah mahasiswa peserta Kemah Kriya ke RS Yarsi Kota Padang Panjang. Namun akibat seriusnya luka bakar yang dialami Doly, esoknya korban kembali harus dilarikan ke RS Achmad Muchtar Kota Bukittinggi, guna mendapat perawatan intensif pihak medis RS setempat.
“Korban mengalami luka bakar tingkat dua, yaitu luka bakar radiasi dan membutuhkan penanganan serius,” tutur Anissa, salah seorang perawat RS A Muchtar Bukittinggi.
Ditemui terpisah, pihak Jurusan Kriya kepada PITULUIK mengatakan, jika musibah yang dialami Doly sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab pihak jurusan. Baik dalam hal kepengurusan asuransi kemahasiswaan, serta seluruh biaya pengobatan selama korban menjalani perawatan pihak rumah sakit.(ikhsan)



KELAMBU KAMI PERS
hitam berwarna, merah hati
lambaian, pengaruh lara
rindu
canda raut kelam
hilang seanjang masa
dukaku-mu bersama
pergi jauh karna dusta
panggilan datang tertuju
semua tidak
untuk ku dan untukmu
selamat
warna harap bersinar
pergi ku-mu
jalan ku ini.
by anak Pers
Leave your response!