Camin

Kesenian dan Kebudayaan adalah jiwa bangsa. Hancurlah siapa yang melupakan akal budi. Pondasi sebuah masyarakat yang maju adalah tradisinya. Maka belajar yang terbaik adalah dari sejarah.

Cipeh

Sepatah kata, Seiring berita. Sesuatu yang kecil menjadi besar karena sebuah alasan. Anda ingin tahu alasan besar dibalik sebuah berita kecil? disini tempatnya!

Garak

Dunia kata, dunia tanpa suara. Hanya rajutan huruf yang berirama. Tapi memahaminya membuat kita mengerti, bahwa dunia tak pernah mati, dari informasi.

Kaji

Dunia kampus. Tempat ide bertemu semangat. Tempat akal bertemu kejujuran hati. Kata siapa? disinilah tempatnya menemukan jati diri, untuk siapa yang bertanya.

Ranah

Opini anda tentang dunia. Kami peduli, juga orang yang tak pernah berhenti mendengarkan. Apapun bisikan Anda, pastikan semua orang mendengarnya, melalui KacaPemirsa.

Home » Ranah

Duka Dibalik Kemah Kriya, Puntung Rokok Berujung Petaka

Submitted by on Thursday, 15 January 2009One Comment

puntung-berbahayaMujur sepanjang masa, malang sekejap mata. Setidaknya, pepatah inilah yang tepat menggambarkan suasana duka yang tengah menyelimuti keluarga besar Jurusan Kriya STSI Padang Panjang. Doly, salah seorang mahasiswa peserta Kemah Kriya 2008, harus menderita luka bakar serius di sejumlah bagian tubuhnya, akibat sambaran api unggun yang diduga berasal dari puntung rokok. Peristiwa naas itu terjadi Sabtu (29/11), bertempat di Kayutanam Kab Padangpariaman.

Informasi yang berhasil dirangkum PITULUIK dari sejumlah saksi mata menyebutkan, peristiwa bermula saat Doly bermaksud hendak menyiramkan bensin ke tumpukan kayu bakar, yang sedianya akan dipergunakan untuk membuat unggun. Tanpa disadari, disela tumpukan kayu tersebut terdapat puntung rokok yang masih dalam kaeadaan menyala. Dalam sekejap, api langsung berkobar dan serta merta menyambar bagian wajah, kaki dan tangannya.

Tanpa menunggu waktu lama, Doly yang dalam kondisi kritis langsung dilarikan sejumlah mahasiswa peserta Kemah Kriya ke RS Yarsi Kota Padang Panjang. Namun akibat seriusnya luka bakar yang dialami Doly, esoknya korban kembali harus dilarikan ke RS Achmad Muchtar Kota Bukittinggi, guna mendapat perawatan intensif pihak medis RS setempat.

“Korban mengalami luka bakar tingkat dua, yaitu luka bakar radiasi dan membutuhkan penanganan serius,” tutur Anissa, salah seorang perawat RS A Muchtar Bukittinggi.

Ditemui terpisah, pihak Jurusan Kriya kepada PITULUIK mengatakan, jika musibah yang dialami Doly sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab pihak jurusan. Baik dalam hal kepengurusan asuransi kemahasiswaan, serta seluruh biaya pengobatan selama korban menjalani perawatan pihak rumah sakit.(ikhsan)

One Comment »

  • Ich said:

    KELAMBU KAMI PERS
    hitam berwarna, merah hati
    lambaian, pengaruh lara
    rindu
    canda raut kelam
    hilang seanjang masa
    dukaku-mu bersama
    pergi jauh karna dusta

    panggilan datang tertuju
    semua tidak
    untuk ku dan untukmu
    selamat
    warna harap bersinar
    pergi ku-mu
    jalan ku ini.

    by anak Pers

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.