“Pemburu Emas” Bukan Dokumenter Melainkan Sebuah Catatan
Pemutaran film dokumenter bertajuk “Pemburu Emas” karya Adri Yandi S.Sn, Jumat (28/11) lalu, memang memukau ratusan pasang mata di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam STSI Padang Panjang. Selain disaksiakan segenap civitas akademika kampus setempat, pemuataran film karya dosen Jurusan Televisi yang bertepatan dengan pameran foto bertajuk “Wanita Dari Bukit Tui” karya Dira Herawati S.Sn ini, juga dihadiri sejumlah perwakilan siswa SMA Negeri 1 Padang Panjang dari ekskul pengembangan diri audiovisual dan teater.
Catatan - Gusnita Linda
Pemburu emas memberikan point of view (sudut pandang, red) berbeda dari yang selama ini berkembang di kalangan masyarakat luas. Bahwa emas merupakan simbol dari kekuasaan, kekayaan, dan lambang kemakmuran. Sedangkan pada kenyataannya emas disisi lain cukup berperan untuk menciptakan kemiskinan. Terlebih tambang darek (darat) yang terdapat di Muaro Sijunjung ini menambag lahan subur, mengobrak–abriknya dan dibiarkan begitu saja setelah tidak produktif lagi. Alhasil, lahan yang tadinya subur tidak dapat lagi digunakan karena struktur tanah yang sudah tidak teratur lagi.
Mengubah paradigma seperti itulah yang ingin dicapai Adri Yandi. Karya yang mendapat bantuan dari program Balit (bantuan penelitian) ini dimulai sejak Juli sampai November 2008. Walau dana dari Balit kurang memadai untuk proses karya ini tetapi Adri Yandi dan tim produksi “Pemburu Emas” tidak kehabisan akal. Yang penting proses kreatif dan pengalaman empiris jauh lebih berharga dari hasil akhirnya. Sehingga kualitas bisa saja berada pada posisi nomor dua.
Secara visual, pertunjukan film “Pemburu Emas” ini patut mendapat acungan jempol. Tetapi secara isian atau data yang disodorkan bisa dikatakan masih kurang dari sempurna. Karena sejarah penambangan ini maupun nara sumber yang harusnya dapat dihadirkan, justru tidak didatangkan. Diakui Adri, riset yang dilakukan memang sangat minim, bahkan hanya mengandalkan informasi dari Roza Mulyati SS M.Si, dosen jurusan Tari STSI Padang Panjang yang berasal dari Muaro Sijunjung.
“Riset yang kita lakukan memang tergolong sangat minim. Bahkan karena keterbatasan dana, pengambilan gambar juga dilakukan hanya sebanyak dua kali,” ujar Adri.(***)


Bravo, Adriyandi!!! Keep up the good work. I’m proud of you, man!!!
sebuah dokumenter, sebuah profil dan catatan yang tertinggal. ok. terus berkarya
mannnnnnnnnnnnnnntap coy
lumayan bagus bagi seorang pemula…..xp
kebetulan waktu saya lihat acara orkestra di stsi klo gk salah sih bulan des pi gk ingat tnggalnya?
akting teaternya keren deh, cukup menyita perhatian.oya mo nanya neh ada gk private course non gelar jurusan krya selam 1 taon…………….???
mohon bantuannya y…..
Leave your response!
Camin »
Pendidikan Politik Perlu
“Pendidikan politik dan kepemerintahan layak di terapkan kepada mahasiswa di berbagai perguruan tinggi,” ujar Anggota DPRD Kota Padang Panjang Drs Batlimus kepada PITULUIK di ruang kerjanya akhir pekan lalu. Kata Batlimus, pembelajaran politik tidak harus …
Cipeh »
Menuju Pendidikan Tinggi yang Kualitatif
Oleh : Q-Noy
Kondisi pendidikan di negara kesatuan Republik Indonesia saat ini makin carut marut. Apakah kita yang berada di wilayah pendidikan dan yang menjalaninya hanya bisa menjalani apa yang diseting oleh orang-orang yang menginginkan …
Garak »
“Pemburu Emas” Bukan Dokumenter Melainkan Sebuah Catatan
Pemutaran film dokumenter bertajuk “Pemburu Emas” karya Adri Yandi S.Sn, Jumat (28/11) lalu, memang memukau ratusan pasang mata di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam STSI Padang Panjang. Selain disaksiakan segenap civitas akademika kampus setempat, pemuataran film …
Kaji »
Tambologi 2 “Ovolum dan Segumpal Tanah”
Oleh : Rahma Diana
Selasa, 4 november 2008 di gedung Teater tertutup taman budaya Sumatra Barat dipentaskan sebuah pertunjukan teater Sekolah Tinggi Seni Indonesia Padang Panjang. Pertujukan teater yang berjudul Tambologi 2, ”Ovolum dan Segumpal Tanah” …
Ranah »
Temu Kilat Ala Teater ‘08; Satukan Visi, Wujudkan Kebersamaan
“Kita harus kompak,” teriak M Hibban Mauludi Hasibuan, penggagas temu kilat seluruh masyarakat Jurusan Teater Tahun Akademik ‘08, di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teater STSI Padang Panjang, Senin (22/12).
Ucok, demikian Hibban kerap disapa, menyebutkan …
arsip
Meta
Pages
kategori
tulisan terakhir
tags
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.
komentar pembaca
Most Commented