Camin

Kesenian dan Kebudayaan adalah jiwa bangsa. Hancurlah siapa yang melupakan akal budi. Pondasi sebuah masyarakat yang maju adalah tradisinya. Maka belajar yang terbaik adalah dari sejarah.

Cipeh

Sepatah kata, Seiring berita. Sesuatu yang kecil menjadi besar karena sebuah alasan. Anda ingin tahu alasan besar dibalik sebuah berita kecil? disini tempatnya!

Garak

Dunia kata, dunia tanpa suara. Hanya rajutan huruf yang berirama. Tapi memahaminya membuat kita mengerti, bahwa dunia tak pernah mati, dari informasi.

Kaji

Dunia kampus. Tempat ide bertemu semangat. Tempat akal bertemu kejujuran hati. Kata siapa? disinilah tempatnya menemukan jati diri, untuk siapa yang bertanya.

Ranah

Opini anda tentang dunia. Kami peduli, juga orang yang tak pernah berhenti mendengarkan. Apapun bisikan Anda, pastikan semua orang mendengarnya, melalui KacaPemirsa.

Home » Camin

Pendidikan Politik Perlu

Submitted by on Monday, 19 January 2009No Comment

“Pendidikan politik dan kepemerintahan layak di terapkan kepada mahasiswa di berbagai perguruan tinggi,” ujar Anggota DPRD Kota Padang Panjang Drs Batlimus kepada PITULUIK di ruang kerjanya akhir pekan lalu. Kata Batlimus, pembelajaran politik tidak harus menempatkannya sebagai konten kurikulum, tetapi lebih sebagai bagian dari kegiatan pendidikan non kurikuler.

“Pendidikan politik bisa dilakukan dengan memuat konten tulisan berwawasan politik pada media-media yang dekat dengan mahasiswa, semisal koran kampus. Selain untuk menambah wawasan, hal ini juga akan mampu meningkatkan daya nalar dan berpikir lebih luas bagi mahasiswa itu sendiri. Jadi tidak hanya berkutat di seputar kampus, mahasiswa dengan sendirinya juga akan mengetahui segala perkembangan di luar. Khususnya politik itu tadi,” ungkapnya.

Alur seperti ini imbuh Batlimus, juga layak di tempuh untuk memberikan pendekatan keilmuan bidang pemerintahan, khususnya kepada mahasiswa dengan fokus study berbeda. Sebagai pelajar seni misalnya, bukan berarti mahasiswa STSI Padang Panjang harus menjauh dari berbagai persoalan politik. Karena kelak begitu terjun ke tengah-tengah masyarakat, para mahasiswa juga tak bakalan bisa melepaskan diri dari persoalan tersebut.

“Paradigma yang menyebutkan jika kehadiran sebuah pemberitaan atau bahasan politik dalam media kampus adalah salah satu bentuk penodaan terhadap kesucian idealisme perjuangan mahasiswa, menurut saya sudah seharusnya dirubah. Karena dari hal ini secara otomatis akan membuat mahasiswa semakin menjauh dari persoalan paling besar dalam struktur kemasyarakatan,” papar Batlimus.

“Sudah saatnya pola pikir semacam ini dirubah. Jika tidak, bagaimana mahasiswa akan menjalankan fungsi kontrolnya, sementara aturan main dalam sistem yang akan di kritisinya itu justru tidak ia ketahui,” ungkapnya.

Dengan adanya pendidikan politik yang baik, Batlimus mengharapkan adanya kesiapan para mahasiswa dalam menghadapi Pemilu 2009. Siap dalam menentukan pilihan dan siap dengan konsekwensi pilihannya tersebut. Hal ini sebut Batlimus, tentu dalam kapasitas mahasiswa sebagai pemilih yang kritis.(281282)

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.