Camin

Kesenian dan Kebudayaan adalah jiwa bangsa. Hancurlah siapa yang melupakan akal budi. Pondasi sebuah masyarakat yang maju adalah tradisinya. Maka belajar yang terbaik adalah dari sejarah.

Cipeh

Sepatah kata, Seiring berita. Sesuatu yang kecil menjadi besar karena sebuah alasan. Anda ingin tahu alasan besar dibalik sebuah berita kecil? disini tempatnya!

Garak

Dunia kata, dunia tanpa suara. Hanya rajutan huruf yang berirama. Tapi memahaminya membuat kita mengerti, bahwa dunia tak pernah mati, dari informasi.

Kaji

Dunia kampus. Tempat ide bertemu semangat. Tempat akal bertemu kejujuran hati. Kata siapa? disinilah tempatnya menemukan jati diri, untuk siapa yang bertanya.

Ranah

Opini anda tentang dunia. Kami peduli, juga orang yang tak pernah berhenti mendengarkan. Apapun bisikan Anda, pastikan semua orang mendengarnya, melalui KacaPemirsa.

Home » Featured, Ranah

PK III Gerah : Kapal PITULUIK Diterjang Badai

Submitted by on Thursday, 15 January 20096 Comments

“Perjuangan dalam menciptakan suasana kondusif bagi pergerakan mahasiswa memang bukan pekerjaan mudah. Tidak hanya datang dari luar, tapi berbagai ganjalan teramat dahsyat itu justru datang dari dalam kampus. Dari kalangan mahasiswa sendiri” Martarosa

Sejak berdirinya Unit Kegiatan Mahasiswa Pers Mahasiswa (UKM Persma) masih sebatas isu, telah banyak pro dan kontra yang dituai. Mulai dari gonjang-ganjing kepengurusan lama yang telah tagarajai, hingga orang-orang “baru” yang dipertanyakan kapabilitasnya. Rong-rongan tersebut dirasakan langsung oleh jajaran kepengurusan maupun jajaran redaksi PITULUIK, yang bernaung dibawah UKM itu sendiri.

“Sebenarnya, jangankan organisasi pers, organisasi apapun yang hendak didirikan di kampus ini selalu mendapat tantangan oleh mahasiswa sendiri,” sindir Martarosa S.sn M.Hum, Pembantu Ketua III bidang kemahasiswaan STSI Padangpanjang, saat ditemui PITULUIK disela kesibukannya.

Martarosa mengaku cukup gerah dengan atmosfir yang tidak mendukung seperti ini. “Sampai kapan kegiatan kemahasiswaan dihadang oleh rekan-rekan mereka sendiri? Sebenarnya kita cukup malu terhadap kondisi ini. Terus terang, di kampus lain hal ini tidak menjadi persoalan,” ungkapnya.

Disisi lain, para aktifis pers kampus di Universitas lain cukup mendukung berdirinya Persma STSI. setelah “wafat”nya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STSI, persma mereka harapkan mampu menyegarkan kembali gairah kegiatan mahasiswa di kampus seni ini. “Persma STSI akan menjadi rekan kami dalam menggerakkan aktivitas dan kreativitas jurnalistik di kalangan mahasiswa Sumatera Barat,” ucap Tia, salah seorang anggota UKM Pers Ganto, Universitas Negeri Padang.

Beni Raboen dari Unit Kegiatan Seni Universitas Andalas juga memberikan dukungan secara pribadi maupun organisasi. “Persma STSI memang harus terus hidup. apalagi dengan kapasitasnya sebagai wadah pemberitaan dan kajian Seni-Budaya. Di Sumatera Barat, media yang khusus membahas tentang Seni dan Budaya sangat sedikit. Satu diantara yang menjanjikan adalah PITULUIK,” ucapnya.

Dukungan juga di samapaikan oleh para Seniman kampus di Institut Agama Islam Negri (IAIN) Imam Bonjol Padang. Taufik dari sanggar Al-aklam yang bernaung di kampus Islami itu juga mengharapkan apresiasi terhadap seni Islami juga akan semakin meningkat setelah adanya kerjasama berupa ekspos dari media seni seperti Pituluik. “STSI selama ini cukup apresiatif terhadap seni semacam kaligrafi, tentu akan lebih lengkap lagi dengan hadirnya pituluik untuk kami,” ungkapnya.

"Perjuangan dalam menciptakan suasana kondusif bagi pergerakan mahasiswa memang bukan pekerjaan mudah. Tidak hanya datang dari luar, tapi berbagai ganjalan teramat dahsyat itu justru datang dari dalam kampus. Dari kalangan mahasiswa sendiri" <b>Martarosa</b>

Sebagai media Seni, PITULUIK juga menjalin kerjasama dengan berbagai media lain yang ada di Sumatera Barat seperti persma di berbagai kampus maupun media umum seperti POSMETRO Padang, Padang Ekspress, Padang TV, dan lain-lain. Boby dari Padang TV mengatakan, kehadiran PITULUIK akan sangat positif untuk membangun kesadaran jurnalistik di kalangan mahasiswa, bahkan seluruh civitas akademika.

Minggu (21/12) markas redaksi pituluik didatangi oleh dua seniman lukis yang sengaja datang jauh-jauh dari Padang untuk memberikan dukungan. Riri dan Kiwi dari komunitas Belanak dalam diskusi dengan anggota redaksi mengatakan semangat berwacana masih rendah di kalangan seniman Sumatera Barat. “Kesenian dan kritisisme adalah dua sisi yang tidak bisa dipisahkan dalam geliat budaya. Pituluik memberikan angin segar bagi dua sisi tersebut. Meski tumbuh sebagai media baru, tapi orang-orang didalamnya bukanlah aktifis yang pantas diremehkan kapasitasnya. Mereka sudah berpengalaman baik dalam dunia jurnalistik maupun kesenian,” ungkap Riri yang diamini Kiwi (281282)

6 Comments »

  • ayie said:

    bia kapa wak acok di terjang badai tapi ndak pernah karam do…

    jan kan badaiii, tsunami sekalipun akan awak lawan ( lebay yoooo )

    pokoknyo awak harus kuek,karano sadanyo mulai dari awak, kalo awak lah kandua, pasti awak mudh di kanduan loo..

    OK!!!
    HIDUP PITULUIK
    HIDUP UKM PERS

    bialah kok banyakna partai rusuah., asa jan awak yang buek rusuah


  • linda di akumassa.wordpress.com said:

    tu baru ayi namonyo…hehe

    KERJA MASIH PANJANG…BELUM WAKTUNYA ISTIRAHAT!!!

    HIDUP PITULUIK!!!!
    HIDUP UKM PERS!!!

  • titi said:

    mantap pak marta…libas seh sado-sado nan marusuah tu..bilo loh awak ka maju lai, kalau “awak surang” nan manggoyang biduak qto ko….

  • udin said:

    mantap STSI…..

    masih seperti yang dulu….
    bagalego pagai taruih se

  • udin said:

    saran untuak wan marta….

    kalau dapek ndak usah mahasiswa tu diagiah kesempatan ber-aktifitas…seso tangkurak wak dibueknyo….

  • Ronaldo Rozalino said:

    MAju teruuus Pak Marta….Kami mendukungmu….Dari Alumni Mhasiswa Jurusan Seni Musik…

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.