Teater Syahid Mentas di STSI
Selasa, tepatnya 11 November 2008 lalu, Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Padang Panjang kedatangan tamu dari Labor Teater Syahid Jakarta. Selain untuk menampilkan pertunjukan teater, kedatangan rombongan ini juga bertujuan untuk lebih meningkatkan jalinan silahturahmi dengan keluarga besar segenap civitas akademika STSI Padang Panjang, khususnya jurusan teater.
Tema “Kubangan” yang dipilih sang sutradara, sempat membuat para mahasiswa kebingungan dalam memaknai penggalan kata itu sendiri. Karena jika dilihat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kubangan berarti lumpur atau genangan air kotor.
Kang Bambang, begitu sapaan akrab sang sutradara mengutarakan alasannya mengambil tema kubangan. Menurutnya, naskah kubangan berangkat dari catatan kecil dan puisi yang ditulis sang sutradara pasca reformasi. Melihat kondisi umum dari proses reformasi, ternyata menurut penglihatan Bambang, proses tersebut mengalami stagnasi dan reformasi. Bahkan proses yang dilewatinyapun bisa dikatakan hanya sebatas euphoria.
“Kata-kata kubangan begitu melekat dibenak saya dan lansung saya uraikan kedalam puisi. Situasi ini akan dialami oleh seluruh kalangan masyarakat layaknya ketika berada di dalam lumpur,” ujar pemilik nama lengkap Bambang Prihadi ini.
Saat ditanyai seputar persiapan-persiapan yang dilakukan menjelang pertunjukan, sang sutradara menjawab dengan yakin bahwa usaha untuk mengkondisikan tempat dengan berbagai macam properti yang ada, sudah sangat maksimal. “Pertunjukan yang berulang kali dipentaskan namun dengan tema dan konsep yang berbeda, sangat memerlukan latihan yang matang, karena musuh terbesarnya adalah mekanis,” pungkas Kang Bambang.
Usai gelaran pertunjukan, forum diskusi-pun dibuka. Pandu Birowo S.Sn, Dosen jurusan teater STSI Padangpanjag, mengkritik habis-habisan seputar pertunjukan “Kubangan” malam itu. Dalam pandangannya, Pandu mengkritik banyaknya material-material yang mengganggu pementasan. Dari hal ini sebut Pandu, imbasnya hanya memunculkan aktor yang bersifat individual/ personal, serta banyaknya sisi-sisi keaktoran yang dirugikan.
“Dialog-dialog yang dikeluarkan oleh pemain justru membuat para penonton menjadi bingung, karena terjadi perebutan ucapan,” kritiknya.
Tidak hanya Pandu, berbagai kritik dan komentar yang terkesan sedikit menghantam hasil pementasan ini, tak menjadikan wajah sang sutradara “masam”. Hal ini juga selaras dengan pernyataan kang Bambang, yang menyatakan kagum dan apresiasi terhadap antusias penonton yang menyaksikan pertunjukan karyanya tersebut.(ayie)


kereeeennn abizzz
sering-sering main ke STSI Padangpanjang yaaaa
gaya bahasanya menarik, kayak wawancara
Leave your response!
Camin »
Pendidikan Politik Perlu
“Pendidikan politik dan kepemerintahan layak di terapkan kepada mahasiswa di berbagai perguruan tinggi,” ujar Anggota DPRD Kota Padang Panjang Drs Batlimus kepada PITULUIK di ruang kerjanya akhir pekan lalu. Kata Batlimus, pembelajaran politik tidak harus …
Cipeh »
Menuju Pendidikan Tinggi yang Kualitatif
Oleh : Q-Noy
Kondisi pendidikan di negara kesatuan Republik Indonesia saat ini makin carut marut. Apakah kita yang berada di wilayah pendidikan dan yang menjalaninya hanya bisa menjalani apa yang diseting oleh orang-orang yang menginginkan …
Garak »
“Pemburu Emas” Bukan Dokumenter Melainkan Sebuah Catatan
Pemutaran film dokumenter bertajuk “Pemburu Emas” karya Adri Yandi S.Sn, Jumat (28/11) lalu, memang memukau ratusan pasang mata di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam STSI Padang Panjang. Selain disaksiakan segenap civitas akademika kampus setempat, pemuataran film …
Kaji »
Tambologi 2 “Ovolum dan Segumpal Tanah”
Oleh : Rahma Diana
Selasa, 4 november 2008 di gedung Teater tertutup taman budaya Sumatra Barat dipentaskan sebuah pertunjukan teater Sekolah Tinggi Seni Indonesia Padang Panjang. Pertujukan teater yang berjudul Tambologi 2, ”Ovolum dan Segumpal Tanah” …
Ranah »
Temu Kilat Ala Teater ‘08; Satukan Visi, Wujudkan Kebersamaan
“Kita harus kompak,” teriak M Hibban Mauludi Hasibuan, penggagas temu kilat seluruh masyarakat Jurusan Teater Tahun Akademik ‘08, di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teater STSI Padang Panjang, Senin (22/12).
Ucok, demikian Hibban kerap disapa, menyebutkan …
arsip
Meta
Pages
kategori
tulisan terakhir
tags
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.