Camin

Kesenian dan Kebudayaan adalah jiwa bangsa. Hancurlah siapa yang melupakan akal budi. Pondasi sebuah masyarakat yang maju adalah tradisinya. Maka belajar yang terbaik adalah dari sejarah.

Cipeh

Sepatah kata, Seiring berita. Sesuatu yang kecil menjadi besar karena sebuah alasan. Anda ingin tahu alasan besar dibalik sebuah berita kecil? disini tempatnya!

Garak

Dunia kata, dunia tanpa suara. Hanya rajutan huruf yang berirama. Tapi memahaminya membuat kita mengerti, bahwa dunia tak pernah mati, dari informasi.

Kaji

Dunia kampus. Tempat ide bertemu semangat. Tempat akal bertemu kejujuran hati. Kata siapa? disinilah tempatnya menemukan jati diri, untuk siapa yang bertanya.

Ranah

Opini anda tentang dunia. Kami peduli, juga orang yang tak pernah berhenti mendengarkan. Apapun bisikan Anda, pastikan semua orang mendengarnya, melalui KacaPemirsa.

Home » Camin

Teater Syahid Mentas di STSI

Submitted by on Thursday, 15 January 20092 Comments

teater-sahidSelasa, tepatnya 11 November 2008 lalu, Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Padang Panjang kedatangan tamu dari Labor Teater Syahid Jakarta. Selain untuk menampilkan pertunjukan teater, kedatangan rombongan ini juga bertujuan untuk lebih meningkatkan jalinan silahturahmi dengan keluarga besar segenap civitas akademika STSI Padang Panjang, khususnya jurusan teater.

Tema “Kubangan” yang dipilih sang sutradara, sempat membuat para mahasiswa kebingungan dalam memaknai penggalan kata itu sendiri. Karena jika dilihat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kubangan berarti lumpur atau genangan air kotor.

Kang Bambang, begitu sapaan akrab sang sutradara mengutarakan alasannya mengambil tema kubangan. Menurutnya, naskah kubangan berangkat dari catatan kecil dan puisi yang ditulis sang sutradara pasca reformasi. Melihat kondisi umum dari proses reformasi, ternyata menurut penglihatan Bambang, proses tersebut mengalami stagnasi dan reformasi. Bahkan proses yang dilewatinyapun bisa dikatakan hanya sebatas euphoria.

“Kata-kata kubangan begitu melekat dibenak saya dan lansung saya uraikan kedalam puisi. Situasi ini akan dialami oleh seluruh kalangan masyarakat layaknya ketika berada di dalam lumpur,” ujar pemilik nama lengkap Bambang Prihadi ini.

Saat ditanyai seputar persiapan-persiapan yang dilakukan menjelang pertunjukan, sang sutradara menjawab dengan yakin bahwa usaha untuk mengkondisikan tempat dengan berbagai macam properti yang ada, sudah sangat maksimal. “Pertunjukan yang berulang kali dipentaskan namun dengan tema dan konsep yang berbeda, sangat memerlukan latihan yang matang, karena musuh terbesarnya adalah mekanis,” pungkas Kang Bambang.

Usai gelaran pertunjukan, forum diskusi-pun dibuka. Pandu Birowo S.Sn, Dosen jurusan teater STSI Padangpanjag, mengkritik habis-habisan seputar pertunjukan “Kubangan” malam itu. Dalam pandangannya, Pandu mengkritik banyaknya material-material yang mengganggu pementasan. Dari hal ini sebut Pandu, imbasnya hanya memunculkan aktor yang bersifat individual/ personal, serta banyaknya sisi-sisi keaktoran yang dirugikan.

“Dialog-dialog yang dikeluarkan oleh pemain justru membuat para penonton menjadi bingung, karena terjadi perebutan ucapan,” kritiknya.

Tidak hanya Pandu, berbagai kritik dan komentar yang terkesan sedikit menghantam hasil pementasan ini, tak menjadikan wajah sang sutradara “masam”. Hal ini juga selaras dengan pernyataan kang Bambang, yang menyatakan kagum dan apresiasi terhadap antusias penonton yang menyaksikan pertunjukan karyanya tersebut.(ayie)

2 Comments »

  • pitei said:

    kereeeennn abizzz

    sering-sering main ke STSI Padangpanjang yaaaa


  • AzzaaM said:

    gaya bahasanya menarik, kayak wawancara :)

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.