fbpx

12 Tradisi dan Budaya Minangkabau Minangkabau Yang Wajib Kamu Ketahui

Alber Andesko - Tak Berkategori
  • Bagikan
Sumatera barat merupakan provinsi yang mayoritas penduduknya adalah penduduk asli Minangkabau. Minangkabau itu sendiri merupakan salah satu etnis yang memiliki popularitas yang cukup terkenal di Indonesia.
Hal ini dikarenakan kebiasaan masyarakat Minangkbau yang terbiasa merantau, terutama bagi kaum pria yang telah beranjak dewasa. Merantau sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakat Minang sehingga masyarakat Minang banyak tersebar diseluruh penjuru Negara Indonesia.
Ada salah satu slogan mengatakan, “Jika bukan orang Islam atau Muslim maka bukan orang Minangkabau”. Dalam slogan ini mengatakan bahwa, jika ia adalah orang Islam maka ia merupakan orang Minangkabau, sedangkan jika bukan maka ia bukan orang Minangkabau.
Walaupun pada dasarnya slogan ini diperuntukkan untuk orang-orang yang tinggal di Sumatera Barat dan beberapa daerah Miangkabau lainnya. Ada banyak sekali tradisi yang ada di Sumatera Barat yang sampai dengan saat ini masih dilakukan, nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas 12 Tradisi dan Budaya Minangkabau yang wajib untuk diketahui:

1. Batagak Pangulu

Ini merupakan tradisi unik dari Minangkabau yang pertama, masyarakat Minangkabau sangat menjunjung tradisi-tradisi yang sudah turun temurun dari nenek moyang mereka. Etnis Minangkabau biasanya hidup dalam budaya bersuku dan beraum. Setiap suku memiliki satu Datua (penghulu) atau bisa diataan sebagai pemimpin suku.

Biasanya apabila sebuah kaum atau suku akan mengangkat pemimpin suku atau kaumnya maka akan di adakan acara upacara batagak pangulu. Acara batagak pangulu merupakan acarasuatu upacara besar yang menjadi tradisi bagi masyarakat minangkabau. Biasanya acara ini disertai dengan acara menyemblih kerbau dan mengadakan pesta selama 3 sampai satu minggu lamanya.

2. Batagak Kudo-Kudo

Batagak kudo-kudo merupakan salah satu tradisi minangkabau yang sering diadakan ketika salah seorang masyarakatakan mendirikan rumah. Apabila ada salah satu masyarakat minangkabau akan mendirikan rumah maka akan diadakan upacara batagak kudo-kudo. Dan upacara ini di adakan ketika sebelum  sebuah rumah baru akan dipasangkan kuda-kuda atau pondasi rumah. 
Biasanya acara ini mirip dengan baralek dengan mengundang orang kampung dan juga sanak family. Kado yang diberikan oleh tamu undangan biasanya berupa alat-alat untuk membangun rumah, seperti atap seng batu bata dan lain-lain.

3. Makan Bajamba

http://minangkabaunews.com/foto_berita/27makan-bajamba-minangkabau.jpg
sumber : minangkabau news
Makan bajamba Trdisi yang masih sering dilakukan masyarakat minangkabau, makan bajamba atau dalam bahasa indonesia dapat kita artikan makan bersama dilakukan masyarakat minangkabau ketika di adakannya hari besar Islam, upacara adat, Syukuran da upacara-upacara penting lainnya.
Makan bajamba sudah menjadi tradisi turun temurun di minangkabau dari abad ke 7 yang mana ketika itu masuknya Agama Islam ke Minangkabau. Dan oleh sebab itulah kenapa kebanyakan dari tradisi-tradisi Minang banyak yang dilakukan sesuai dengan syari’at Islam. Begitu juga dengan makan bajamba, adab ketika makan bajamba juga disesuaikan dengan syari’at Islam.

4. Balimau

Tradisi Balimau merupakan salah satu tradisi yang selalu dilakukan masyarakat Minang sebelum datangnya bulan Ramadhan, yang mana tradisi ini sudah dilakukan secara turun temurun. Balimau merupakan tradisi mandi membersihkan diri menjelang bulan suci ramadhan. 
Balimau juga memiliki arti mensucikan diri dan batin dengan cara bermaaf-maafan antara satu sama lain antar sesama umat manusia. Dimana tujuannya tak lain adalah agar ibadah puasanya diterima di sisi Allah pencipta semesta Alam.

5. Pacu Jawi

http://assets-a1.kompasiana.com/statics/crawl/5529d30b6ea834253c8b4567.jpeg?t=o&v=1200
sumber : kompasiana
Ini adalah Sebuah tradisi yang sering dilombakan oleh Minangkabau teruama di daerah Kabupaten Tanah datar. Tradisi Pacu Jawi atau yang biasa bisa sebut dengan pacu sapi merupakan  tradisi yang setiap tahunnya di adakan oleh masyarakat minagkabau.
Tradisi Pacu Jawi biasanya diadakan di 4 (empat) lokasi selama 4 Minggu di daerah Kabupaten Tanah Datar. Tradisi ini dilakukan para petani minangkabau ketika selesai malaksanakan musim panen. 

6. Pacu Itiak

Jika biasanya hewan yang dijadikan untuk pacuan adalah binatang seperti kuda, namun berbeda di Sumatera Barat. Ada sebuah tradisi yang dimulai pada tahu 1928, tradisi yang satu ini merupakan event yang di adakan oleh anak nagari minangkabau seperti halnya pacu jawi. Ya, itulah Pacu Itiak.
Pacu itiak dalam bahasa indonesia berarti pacu bebek atau dalam bahasa Inggris Duck race. Sumatera Barat merupakan satu-satunya tempat di dunia yang mengusung kompetisi atau pertandingan pacu itiak.

7. Tabuik

http://2.bp.blogspot.com/-bJxTX9g0NPs/UF1cCGt24FI/AAAAAAAAAGI/36TF3F2bEDY/s1600/tabuikpiamanmuhammadyunus.jpg
Ini merupakan salah satu tradisi unik yang ada di Sumatera Barat, tradisi unik ini hanya ada satu-satunya di Sumatera Barat. Tradisi Tabuik merupakan tradisi masyarakat pariaman yag sudah dilakukan secara turun temurun. Tradisi tabuik sendiri di adakan untuk memperingati meninggalnya cucu Nabi Muhammmad, yaitunya Hasan dan Husein.
Prosesi tabuik ini biasanya dilakukan selama satu minggu dengan perayaan puncak tabuik yang dinamakan dengan “Hoyak Tabuik”. Tradisi ini rutin dilakukan pada tanggal 10 Muharram setiap tahunnya. 
Ada sebuah pepatah minang mengatakan, “pariaman tadanga langang, batabuik mangkonyo rami “. Artinya pariman terdengar sepi, tetapi ketika di adakan acara tabuik makan akan tercipta keramaian disana. Hal ini bisa dibuktikan pada saat puncak dari perayaan tabuik, biasanya masyarakat Minangkabau akan berbondong-bondong ke Pariaman untuk menyaksikan tradisi tabuik. Bahkan orang-orang luar negri juga ikut menyaksikan prosesi tradisi tabuik.

8. Upacara Turun Mandi

Upacara ini dilakukan untuk memperingati kelahiran seorang anak di atas dunia sekaligus syukuran atas kelahiran anak tersebut. Tradisi ini sekaligus untuk memperkenalkan anak kepada masyarakat sekitar.

9. Berziarah Ke Makam Keluarga

Tradisi ini tentu tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, setiap menjelang ramadhan setiap keluarga bersama-sama akan pergi berziarah ke makam keluarganya. Tradisi ini merupakan tradisi yang sanagt melekat pada diri masyarakat minangkabau. Tujuan dari tradisi berziarah ini adalah untu mendo’akan keluarga mereka yang sudah meninggal.
Dalam tradisi ini biasanya keluarga akan membawa bunga, air dan membacakan surat yasin untuk setiap makam keluarga mereka. Dengan tradisi ini juga akan mencipakan silaturahmi antar keluarga dan keluarga-keluarga dari mereka yang sudah meninggal akan berkumpul. Tradisi yang sperti ini pautnya ditiru kaena memerikan hal yang positif bagi kita semua. 

10. Goro atau Gotong Royong Membersihkan Masjid

https://kmberugakdese.files.wordpress.com/2012/05/gotong-royong.jpg
sumber : kmbsd
Minangkabau terkenal dengan mayoritas masyarakatnya adalah bragama Islam, tradisi ini biasanya dilakukan masyarakat Minangkabau sebelum menyambut bulan suci ramadhan. Biasanya yang membesihkan sehari-hari adalah marbot atau penjaga masjid, tetapi ketika sebelum menyambut bulan suci Ramadhan masyarakat akan berbodong-bondong untuk membersihkan masjid secara bersama-sama. Setelah selesai gotong royong, masyarakat akan melaksanakan acara makan-makan dan juga silaturahimi untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

11. Tradisi Ma Isi Sasuduik Payakumbuh

Ma isi sasuduik merupakan salah satu tradisi Minangkabau yang berkembang di daerah Payakumbuh. Tradisi Ma Isi Sasuduik biasanya akan dilaksanakan ketika ada pasangan yang pihak wanitanya berasal dari Payakumbuh.

Dalam tradisi Ma Isi Sasuduik pihak pria diharuskan membayar sejumlah uang kepada pihak wanita. Uang tersebut fungsinya adalah sesuai dengan nama tradisi tersebut yaitu ma isi sasuduik, dimana ma isi sasuduik yang dimaksudkan adalah membayarkan sejumlah uang untuk membeli perlengkapan yang ada di kamar calon pengantin.
Tradisi Bajapuik di Pariaman Sumatera Barat
Bajapuik merupakan sesuatu hal yang dipandang masyarakat Pariaman sebagai kewajiban pihak perempuan yang akan menikah dengan laki-laki yang berasal dari Pariaman. Dalam tradisi ini pihak perempuan diharuskan menyiapkan sejumlah uang untuk menjemput sang laki-laki sebelum waktu pernikahan.

Jumlah uang yang diberikan pun tergantung dari status sosial dari sang laki-laki yang akan dinikahi. Jika si laki-laki hanya seorang memiliki pekerjaan serabutan seperti ke ladang uang jemputannya hanya sedikit. Namun jika sang laki-laki merupakan seorang dokter maka uang jemputannya bisa sampai puluhan juta.

Adapun tradisi Bajapuik dan besaran uang yang harus di bayar pihak wanita tergantung kepada negosiasi antara niniak mamak kedua belah pihak yaitu pihak laki-laki dan perempuan.
Note
Beberapa Budaya Minangkabau di ambil berdasarkan beberapa Syari’at agama Islam karena mayoritas masyarakat minang adalah beragama islam, seperti halnya pepatah “Adata basandi Syarak, syarak basandi kitabullah”. Budaya Minangkabau mengandung hal-hal yang positif yang memancing masyarakat untuk saling bersilaturahmi antara satu dengan yang lainnya.

Nah itulah 12 tradisi yang terdapat di Minangkabau Sumatera Barat, semoga informasi ini bermanfaat. Terimakasih buat sahabat pituluik yang telah memberikan suport untuk perkembangan website ini. Semoga kedepannya website ini bisa menjadi salah satu referensi untuk sahabat semua.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: