Kupas Tuntas Penyakit Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia Yang Jarang Diketahui

  • Bagikan

Penyakit Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia Yang Jarang Diketahui

    • Suara Mesin.
    • Matic Delay.
    • Konsumsi Bahan Bakar.
    • Mesin Ngelitik.
    • Kaki-kaki Gampang “Keseleo”
    • Rem Mobil.
    • Punya Rattling Parah.
    • Jok Keras.
Penyakit Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia
Penyakit Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia

FIX  CAR MODS – Siapa tak kenal dengan mobil bernama Toyota Avanza & Daihatsu Xenia. Mobil satu ini merupakan generasi terbaru dari keluarga Toyota Avanza & Daihatsu Xenia. Mobil yang punya julukan mobil sejuta umat ini kerap dinilai sebagai mobil tahan banting, irit, dan jarang memiliki kelemahan. Padahal, sebenarnya penyakit Toyota Avanza & Daihatsu Xenia tetap ada. Hanya saja jarang diketahui oleh banyak orang.

Sebenarnya setiap mobil tentunya memiliki kekurangan masing-masing. Sayangnya, masih banyak orang yang mendewakan Toyota Avanza & Daihatsu Xenia sebagai mobil yang paling kuat, tangguh, irit dan tidak banyak penyakit. Kami merasa hal ini perlu diluruskan, karena masih banyak orang yang ingin membeli Toyota Avanza & Daihatsu Xenia dalam kondisi bekas. Bahkan ada juga orang yang belum pernah mengendarai Toyota Avanza & Daihatsu Xenia.

Agar lebih paham, kami akan membeberkan sedikit informasi mengenai penyakit Toyota Avanza & Daihatsu Xenia yang sering ditemui. Tak jarang penyakit ini menjadi hal yang paling menyebalkan bagi sebagian orang yang menggunakan mobil berkapasitas 7 penumpang ini. Apa saja penyakitnya ya?

Suara Mesin

Bagi pengguna Toyota Avanza & Daihatsu Xenia. rasanya tak asing lagi dengan suara bising mobil saat kecepatan tinggi. Penyakit yang satu ini merupakan penyakit bawaan mobil, alias memang sudah dari pabrik seperti itu. Pada saat berkendara dengan kecepatan di atas 100 km/jam suara bising akan masuk ke dalam kabin. Suara mesin ini lebih terdengar seperti raungan mesin yang terkadang menjadi hal yang menyebalkan.

Mengatasi hal ini, biasanya beberapa orang menambahkan peredaman di beberapa bagian untuk mengurangi suara bising dari mesin. Peredam tambahan bisa dipasang di kap mesin, bagian pintu, dek, hingga firewall bagian dalam kabin. Hal ini dilakukan untuk mengurangi suara bising yang dihasilkan dari bagian mesin atau bagian depan.

Penyakit Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia
Penyakit Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia

Matic Delay

Penyakit yang satu ini lebih ditujukan kepada para calon pembeli Toyota Avanza & Daihatsu Xenia dalam keadaan bekas. Ingat, calon pembeli mobil dalam keadaan bekas ya bukan baru. Sebagai sebuah mobil keluarga, biasanya mobil ini kerap membawa beban cukup banyak. Saat Avanza & Daihatsu Xenia diajak berakselerasi, transmisi biasanya menurunkan ke gigi rendah dan menaikkan rpm.

Transmisi yang sudah rusak akan lebih lambat merespon atau terjadi delay. Begitupun saat tuas transmisi dipindahkan dari D ke gigi R, transmisi lambat merespon. Jika terasa gejala delay seperti ini, sebaiknya kamu mencari unit yang lain saja. Karena biasanya transmisi yang sudah seperti ini harus mendapatkan perbaikan. Biaya yang dikeluarkan bisa cukup besar.

Ciri lain dari transmisi yang sudah mulai rusak ada beberapa gejala yang dapat dilihat. Seperti tenaga yang tiba-tiba hilang, atau loss power. Bisa juga transmisi akan terasa berat saat mobil melakukan akselerasi. Dan gejala lain yang dapat dilihat adalah perpindahan gigi yang kasar dan tidak stabil. Jika ditemukan beberapa hal di atas, lebih baik lupakan saja ya dari pada boncos.

Konsumsi Bahan Bakar

Mengapa Toyota Avanza & Daihatsu Xenia menjadi mobil yang dianggap punya konsumsi bahan bakar yang sangat irit? Benarkah demikian? Berdasarkan pengujian yang pernah dilakukan dan menurut pengalaman pengguna, sebenarnya mobil ini bisa dibilang punya konsumsi bbm yang biasa saja. Menurut pengalaman Andhika, pengguna Avanza & Xenia ia mengatakan jika konsumsi bbm mobilnya tidak terlalu irit.

Untuk penggunaan dalam kota dengan rute kombinasi pernah mencatatkan angka konsumsi bbm di 1:7 km/liter. Hasil tersebut didapatkan dengan menggunakan bahan bakar Premium, dengan rute Puri Indah menuju daerah Pasar Senen berdasarkan metode full to full. Sedangkan untuk rute luar kota, ia pernah mencatatkan angka 1:16 km/liter dengan rute tol dalam kota. Bahan bakar yang digunakan memakai Shell Super.

Tapi jika diambil rata-rata, Toyota Avanza & Daihatsu Xenia memiliki konsumsi bahan bakar di angka 1:9-1:11 tergantung rute, bahan bakar dan kebiasaan berkendara juga tentunya. Karena setiap orang memiliki gaya berkendara dan rute yang sangatlah berbeda. Sehingga konsumsi bahan bakar tidak bisa dijadikan patokan iritnya suatu mobil. Walaupun mobil yang digunakan sama, tetapi faktor di atas sangat berpengaruh.

Mesin Ngelitik

Salah satu permasalahan yang kerap dikeluhkan pengguna Toyota Avanza & Daihatsu Xenia adalah mesin yang ngelitik. Gejala ini ditemukan pada Avanza & Daihatsu Xenia generasi awal dan kedua. Banyak orang mengalami hal ini dan menjadi penyakit Toyota Avanza & Daihatsu Xenia yang paling menyebalkan. Gejala ini diklaim dikarenakan penggunaan bahan bakar yang salah, hingga perbedaan kompresi dan timing pengapian yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.

Kaki-kaki Gampang “Keseleo”

Berdasarkan pengamatan kepada beberapa responden pengguna, Avanza & Daihatsu Xenia punya kelemahan di bagian kaki-kaki. Suspensi bagian depan dan belakang mudah lemah, berbeda dengan generasi sebelumnya. Selain itu, karakter suspensi yang mantul-mantul juga menjadi faktor ketidaknyamanan bagi pengguna mobil sejuta umat ini. Karakter suspensinya juga keras, dan gampang limbung saat di kecepatan tinggi.

Tapi terkadang aneh juga para pengguna Avanza & Xenia ini. Mereka biasanya menilai jika mobil keluarga ini merupakan mobil balap dengan performa mesin yang buas. Padahal, ini ya sekadar mobil keluarga yang kemampuannya biasa-biasa saja.

Nggak heran jika kita sering melihat Avanza & Xenia melakukan banyak maneuver dan ngebut dengan kecepatan tinggi bak pembalap. Wahai kalian yang masih seperti itu, sadarlah ini hanyalah mobil keluarga kok.

Rem Mobil

Penyakit lain dari Toyota Avanza & Daihatsu Xenia adalah kemampuan rem yang cukup payah, alias ngeloyor. Hal ini sering sekali dikeluhkan oleh para pengguna Avanza & Xenia. Bahkan nggak sedikit juga yang mengganti komponen dengan peranti aftermarket agar pengereman semakin mantab.

Biasanya orang akan mengganti kampas rem dan minyak rem yang berkualitas bagus agar pengereman lebih terjaga. Beda karakter mengemudi pasti beda juga impresi orang tersebut mengenai rem.

Punya Rattling Parah

Pernah mendengar suara kreot kreot? Nah, suara ini punya bahasa lain dengan nama Rattling. Rattling yang dihasilkan dari Toyota Avanza & Daihatsu Xenia ini terbilang cukup ramai. Bahkan saking ramainya hampir terasa seperti adanya parade di dalam kabin.

Wuihihihi, rame banget nih! Bagi seseorang yang menyukai keheningan kabin, suara rattling antar plastic ini jadi hal yang cukup menyebalkan. Selain mengganggu kenyamanan, telinga juga jadi agak rishi mendengar suara parade kreot kreot seperti itu.

Jok Keras

Bagi penumpang di baris kedua dan ketiga, mereka biasanya akan sedikit mengeluhkan soal pantat yang terasa sakit saat duduk berlama-lama di dalam mobil. Hal ini sebenarnya boleh jadi ada benarnya. Karena busa jok pada Avanza & Xenia terutama generasi pertama memang cukup tipis. Makanya, untuk diduduki berlama-lama jadi kurang nyaman dan bisa membuat pantat jadi lebih pegal dan terasa panas. Kalau sudah begini, ya mau nggak mau penumpang harus keluar dari mobil dan melakukan peregangan otot lagi supaya kuat di perjalanan jauh.

Kabin Kurang Kedap

Penyakit yang satu ini bisa dibilang sudah menjadi rahasia umum kalau Avanza & Xenia punya kekedapan kabin yang kurang baik. Hal ini bisa dilihat dari kekedapan kabin yang ada pada Avanza & Xenia generasi awal-awal. Suara yang dihasilkan dari luar mobil terasa hampir sempurna, alias suara bising dari luar masuk ke dalam. Entah kekedapan kabin yang kurang baik atau kurangnya peredaman, tapi hal ini jadi salah satu kurangnya kenyamanan.

Terkadang suara mobil dan motor yang sedang ngebut pun bisa terdengar cukup keras di dalam mobil. Suara mobil yang ada di sebelah mobil pas lagi macet pun juga lumayan terasa. Jadi, kekedapan kabin memang jadi fokus utama pada generasi awal-awal. Tapi hal itu sudah tak lagi terasa pada mobil terbarunya. Toyota & Daihatsu sudah melakukan improvement untuk membuat kekedapan kabinnya jadi lebih baik lagi.

Editor: Alber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: