Gibran Rakabuming Tanggapi Santai Roy Suryo dan dr. Tifa ke Makam Jokowi

Gibran Rakabuming Tanggapi Santai Roy Suryo dan dr. Tifa ke Makam Jokowi
Gibran Rakabuming Tanggapi Santai Roy Suryo dan dr. Tifa ke Makam Jokowi

Sebuah momen tak biasa menarik perhatian publik setelah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo bersama dr. Tifa melakukan ziarah ke makam keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Kunjungan yang dilakukan beberapa hari lalu itu sempat viral di media sosial karena rekaman videonya menunjukkan keduanya menyoroti beberapa hal yang dianggap janggal di area makam.

Makam yang dikunjungi merupakan tempat peristirahatan terakhir Sudjiatmi Notomihardjo, ibunda Presiden Jokowi, yang dimakamkan di samping sang suami, Widjiatno Notomihardjo.
Publik pun ramai memperbincangkan motif di balik kedatangan Roy Suryo dan dr. Tifa tersebut.


Roy Suryo dan dr. Tifa Soroti Hal Janggal

Dalam video yang beredar, keduanya terlihat mengamati dengan detail area makam. Dr. Tifa bahkan sempat melontarkan dugaan adanya “kejanggalan” yang kemudian memicu perdebatan di ruang publik.
Beberapa pihak menilai tindakan tersebut tidak pantas karena menyangkut ranah pribadi keluarga Presiden, sementara sebagian lainnya menilai hal itu sebagai bentuk ekspresi bebas.

Meski demikian, perbincangan di media sosial semakin ramai hingga menarik perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang merupakan putra sulung Jokowi.


Gibran Pilih Tenang dan Berterima Kasih

Alih-alih menanggapi dengan emosi, Gibran justru menunjukkan sikap tenang dan dewasa.
Melalui pesan singkat kepada wartawan, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Roy Suryo dan dr. Tifa atas kunjungan mereka.

“Saya atas nama pribadi dan keluarga, mengucapkan terima kasih atas perhatian Pak Roy Suryo dan Ibu dr. Tifa yang sudah datang berziarah dan mendoakan kakek-nenek kami tercinta,”
ujar Gibran dengan nada santai dan menyejukkan.

Ia menegaskan bahwa makam keluarga Jokowi terbuka bagi siapa pun yang ingin datang berziarah, selama tujuannya untuk mendoakan almarhum dan almarhumah.

“Makam tersebut adalah makam keluarga. Siapa pun boleh datang untuk berziarah dan mendoakan,” lanjut Gibran.


Profil Singkat Ibunda Jokowi: Sosok Penuh Ketulusan

Mendiang Sudjiatmi Notomihardjo dikenal sebagai sosok sederhana yang menjadi panutan keluarga.
Lahir di Boyolali, 15 Februari 1943, beliau merupakan anak dari seorang pedagang kayu di daerah Ngemplak.
Setelah menikah dengan Widjiatno Notomihardjo, mereka dikaruniai empat anak — salah satunya adalah Joko Widodo yang kelak menjadi Presiden Republik Indonesia.

Sudjiatmi wafat pada Rabu, 25 Maret 2020, di usia 77 tahun di Rumah Sakit TNI Slamet Riyadi, Solo, setelah berjuang melawan penyakit kanker.
Kepergiannya menjadi duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok ibu yang sabar, religius, dan rendah hati.

Dalam pernyataan resmi kala itu, Presiden Jokowi menyampaikan:

“Atas nama keluarga besar, saya memohon doa agar segala dosa beliau diampuni Allah SWT dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.”


Respons Publik dan Isu yang Bergulir

Kunjungan Roy Suryo dan dr. Tifa memang memicu reaksi beragam. Sebagian warganet menilai langkah mereka berlebihan, sementara sebagian lainnya menilai tidak ada salahnya berziarah jika dilakukan dengan itikad baik.

Namun sikap Gibran yang tetap santai dan sopan mendapat banyak apresiasi.
Warganet memuji caranya merespons isu yang berpotensi sensitif tanpa memperkeruh suasana.

“Elegan banget tanggapan Gibran, tenang dan berkelas,” tulis salah satu komentar di X (Twitter).
Sementara komentar lain berbunyi, “Beginilah cara pemimpin muda menghadapi kritik dengan kepala dingin.”


Ziarah: Tradisi yang Menguatkan Nilai Kekeluargaan

Dalam budaya Jawa, ziarah ke makam leluhur bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga bentuk penghormatan dan pengingat akan asal-usul keluarga.
Sikap terbuka keluarga Jokowi yang mempersilakan siapa pun untuk berdoa di makam leluhur mereka mencerminkan nilai-nilai kerukunan dan keikhlasan yang dijunjung tinggi masyarakat Indonesia.


Pesan untuk Publik: Bijak Menyikapi Isu

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa informasi yang viral di media sosial tidak selalu harus ditanggapi dengan emosi.
Meniru sikap Gibran, publik diharapkan bisa lebih tenang, rasional, dan menghormati ranah pribadi seseorang, apalagi ketika menyangkut urusan keluarga dan almarhum.


Penutup: Keteladanan dari Sikap Tenang Gibran

Sikap Gibran Rakabuming Raka dalam menanggapi kontroversi ini menjadi contoh nyata bagaimana seorang pejabat publik bisa bersikap santun dan tidak reaktif di tengah tekanan.
Ia memilih jalan damai, berterima kasih, dan tetap menghormati siapa pun yang datang dengan niat baik.

Sebuah pelajaran sederhana namun berharga — bahwa ketenangan sering kali lebih kuat daripada kemarahan.

📌 Kunjungi terus pituluik.com untuk berita terkini, opini mendalam, dan pembahasan ringan seputar politik, nasional, dan kehidupan sosial.
Dukung media lokal yang menyajikan informasi aktual dan berimbang setiap hari!

Referensi Berita Tambahan

Untuk memperkaya perspektif, pembaca dapat mengikuti perkembangan berita terkini dari berbagai sumber tepercaya melalui Google News . Penyajian berita dilakukan secara kurasi dan kontekstual sesuai topik yang sedang berkembang.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x