IPO SUPA Oversubscribe 318 Kali, Ritel Kebagian Minim

IPO SUPA Oversubscribe 318 Kali, Ritel Kebagian Minim
IPO SUPA Oversubscribe 318 Kali, Ritel Kebagian Minim

Penawaran umum perdana saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) mencatatkan sejarah baru di pasar modal nasional. IPO SUPA oversubscribe hingga 318,69 kali, menjadikannya salah satu penawaran saham paling diburu investor sepanjang 2025. Namun, di balik euforia tersebut, investor ritel justru banyak yang hanya memperoleh penjatahan saham dalam jumlah sangat terbatas.

Fenomena ini mencerminkan tingginya minat pasar terhadap sektor perbankan digital. Di sisi lain, kondisi tersebut juga menunjukkan ketatnya persaingan antar investor dalam memperoleh saham perdana emiten yang dinilai memiliki prospek cerah.

Permintaan Tembus 1 Juta Order

Sebagai salah satu penjamin emisi efek IPO SUPA, CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya mengungkapkan bahwa jumlah permintaan investor dalam aksi korporasi ini melampaui 1 juta order. Angka tersebut menjadi indikator kuat besarnya antusiasme pasar.

Menurut Bernadus, lonjakan permintaan itu menandakan kepercayaan investor terhadap fundamental bisnis Superbank serta prospek pertumbuhan jangka panjangnya di industri perbankan digital Indonesia.

“IPO SUPA mencetak rekor dengan tingkat oversubscription mencapai 318 kali dan permintaan investor lebih dari 1 juta order. Ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental dan prospek Superbank,” ujar Bernadus dalam keterangan tertulis, Selasa (16/12/2025).

Sinyal Positif bagi Pasar Modal

Lebih lanjut, Bernadus menilai keberhasilan IPO SUPA memberikan sentimen positif bagi pasar modal Indonesia. Ia menegaskan bahwa tingginya minat investor terhadap saham perbankan digital menjadi bukti bahwa sektor keuangan berbasis teknologi masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.

Selain itu, IPO SUPA juga memperlihatkan minat investor ritel dan institusi yang relatif seimbang. Kondisi ini menciptakan struktur kepemilikan saham yang lebih beragam sejak hari pertama pencatatan.

Investor Ritel Kebagian Saham Minim

Di tengah antrean panjang pemesanan saham, banyak investor ritel melaporkan bahwa mereka hanya memperoleh penjatahan di bawah 10 lot. Padahal, sebagian investor mengajukan pemesanan dalam jumlah jauh lebih besar.

Kondisi ini ramai dibicarakan di media sosial. Sejumlah investor mengungkapkan kekecewaan mereka karena alokasi saham yang diterima tidak sebanding dengan jumlah pemesanan.

Salah satu pengguna platform X dengan nama akun @vindhy** menuliskan keluhannya. Ia mengaku hanya memperoleh tujuh lot dari total pemesanan lebih dari 400 lot.

“Pengen nangis lihat IPO SUPA-ku, tahu gitu mending fokus di fixed allotment. Pesan 431 lot, cuma dapat 7 lot,” tulisnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pengguna lain dengan akun @vvnav** yang menyebutkan bahwa dari tiga lot pemesanan, ia hanya mendapatkan dua lot.

Dampak Oversubscription bagi Investor

Tingginya tingkat oversubscription memang sering kali berdampak pada minimnya alokasi saham bagi investor ritel. Dalam kondisi seperti ini, sistem penjatahan akan membagi saham secara proporsional untuk memastikan pemerataan.

Meskipun demikian, analis menilai bahwa alokasi kecil tidak selalu menjadi hal negatif. Investor tetap memiliki kesempatan menikmati potensi kenaikan harga saham saat perdagangan perdana di pasar sekunder.

Salah Satu IPO Terbesar di Perbankan Digital

SUPA tercatat sebagai salah satu IPO terbesar di sektor perbankan digital Indonesia. Aksi korporasi ini didukung oleh enam perusahaan sekuritas sebagai penjamin emisi, menunjukkan besarnya skala dan kompleksitas penawaran.

Superbank dikenal sebagai bank digital yang didukung oleh konsorsium kuat, termasuk Grup Emtek, Grab, SingTel, dan KakaoBank. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kepercayaan investor.

Rincian Saham yang Dilepas

Berdasarkan prospektus ringkas masa penawaran awal, SUPA melepas sebanyak 4,4 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Jumlah tersebut merepresentasikan porsi signifikan dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Calon emiten berkode saham SUPA ini mematok harga penawaran di kisaran Rp525 hingga Rp695 per saham. Dengan rentang harga tersebut, perseroan menargetkan perolehan dana segar maksimal sekitar Rp3,06 triliun.

Dana hasil IPO direncanakan untuk memperkuat permodalan, pengembangan teknologi, serta ekspansi layanan digital guna memperluas basis nasabah.

Prospek SUPA ke Depan

Dengan modal baru dari pasar modal, Superbank diproyeksikan mampu mempercepat pertumbuhan bisnisnya. Fokus pada layanan perbankan digital dinilai sejalan dengan tren peningkatan adopsi teknologi finansial di Indonesia.

Analis juga menilai bahwa dukungan pemegang saham strategis berpotensi memberikan nilai tambah, baik dari sisi teknologi, jaringan, maupun kepercayaan pasar.

Catatan bagi Investor Ritel

Fenomena IPO SUPA oversubscribe menjadi pelajaran penting bagi investor ritel. Tingginya minat pasar terhadap emiten unggulan sering kali berujung pada alokasi saham yang terbatas.

Oleh karena itu, investor disarankan memahami mekanisme penjatahan serta mempertimbangkan strategi pemesanan yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi.

Kesimpulan

IPO SUPA oversubscribe hingga 318,69 kali menegaskan kuatnya minat investor terhadap sektor perbankan digital. Meski banyak investor ritel hanya memperoleh alokasi saham minim, tingginya antusiasme pasar tetap menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar modal Indonesia.

Ke depan, kinerja SUPA di pasar sekunder akan menjadi sorotan, terutama dalam membuktikan ekspektasi tinggi yang telah tercermin sejak masa penawaran perdana.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x