Skrining BPJS Kesehatan: Panduan Lengkap untuk Peserta JKN
Skrining BPJS Kesehatan merupakan layanan pemeriksaan awal berbasis kuesioner yang dapat diakses secara online oleh seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Melalui skrining ini, peserta dapat mengetahui potensi risiko kesehatan sejak dini tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan.
Dengan adanya skrining BPJS, upaya pencegahan penyakit dapat dilakukan lebih cepat dan terarah. Layanan ini juga dirancang agar mudah diakses, gratis, serta dapat dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan peserta.
Apa Itu Skrining BPJS Kesehatan?
Skrining BPJS Kesehatan adalah proses penilaian kondisi kesehatan awal dengan cara mengisi data diri dan menjawab sejumlah pertanyaan terkait riwayat penyakit, gaya hidup, serta faktor risiko kesehatan lainnya.
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugrah, menjelaskan bahwa skrining menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan penyakit.
“Dengan skrining, peserta JKN dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sehingga pencegahan bisa dilakukan lebih optimal,” ujar Rizzky Anugrah kepada Health Liputan6.com, Senin (5/1/2026).
Oleh karena itu, BPJS Kesehatan mendorong seluruh peserta JKN untuk melakukan skrining secara rutin.
Data yang Perlu Disiapkan untuk Skrining BPJS
Sebelum melakukan skrining BPJS, peserta disarankan menyiapkan beberapa data penting agar proses pengisian berjalan lancar.
| Data yang Dibutuhkan | Keterangan |
|---|---|
| NIK atau Nomor Kartu BPJS | Digunakan untuk verifikasi peserta |
| Tanggal Lahir | Sesuai data kependudukan |
| Tinggi dan Berat Badan | Untuk perhitungan indeks massa tubuh |
| Nomor Telepon Aktif | Untuk keperluan kontak |
| Kontak Keluarga | Orang terdekat yang dapat dihubungi |
| Riwayat Kesehatan Pribadi | Penyakit yang pernah atau sedang diderita |
| Riwayat Kesehatan Keluarga | Penyakit turunan atau kronis |
Data tersebut harus diisi dengan jujur agar hasil skrining lebih akurat.
Cara Melakukan Skrining BPJS Kesehatan
Rizzky Anugrah menyampaikan bahwa skrining BPJS dapat dilakukan dengan mudah, kapan saja, bahkan saat peserta tidak sedang berobat. Skrining ini juga cukup dilakukan satu kali dalam satu tahun.
Berikut tiga cara resmi untuk melakukan skrining BPJS Kesehatan.
1. Skrining BPJS Lewat Aplikasi Mobile JKN
Aplikasi Mobile JKN menjadi cara paling praktis untuk melakukan skrining BPJS.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
-
Unduh aplikasi Mobile JKN di Google Play Store atau App Store
-
Login menggunakan NIK dan kata sandi akun BPJS Kesehatan
-
Pada halaman utama, pilih menu “Lainnya”
-
Klik “Skrining Riwayat Kesehatan”
-
Pilih peserta (diri sendiri atau anggota keluarga)
-
Setujui ketentuan yang berlaku
-
Isi data diri dan jawab 16 pertanyaan kesehatan
-
Klik “Simpan” untuk melihat hasil skrining
Hasil skrining akan langsung muncul di aplikasi setelah proses selesai.
2. Skrining BPJS Lewat Website Resmi
Selain aplikasi, skrining BPJS juga dapat dilakukan melalui website resmi BPJS Kesehatan.
Berikut alurnya:
-
Akses situs webskrining.bpjs-kesehatan.go.id
-
Masukkan NIK atau nomor kartu BPJS
-
Isi tanggal lahir dan kode captcha
-
Klik “Cari Peserta” dan pilih “Setuju”
-
Lengkapi data diri seperti tinggi, berat badan, pendidikan, dan kontak
-
Jawab 16 pertanyaan terkait kondisi kesehatan
-
Klik “Simpan”
Hasil skrining akan ditampilkan dan dapat diunduh dalam format PDF.
3. Skrining BPJS Lewat PANDAWA (WhatsApp)
BPJS Kesehatan juga menyediakan layanan skrining melalui WhatsApp PANDAWA.
Langkah-langkahnya:
-
Simpan nomor PANDAWA: 0811 8165 165
-
Kirim pesan WhatsApp ke nomor tersebut
-
Pilih menu “Skrining Kesehatan”
-
Sistem akan mengarahkan ke web skrining BPJS
-
Ikuti langkah pengisian seperti pada website resmi
Cara ini cocok bagi peserta yang lebih nyaman menggunakan WhatsApp.
Bantuan Skrining di Fasilitas Kesehatan
Selain mandiri, skrining BPJS juga dapat dilakukan dengan bantuan petugas di puskesmas, klinik, atau praktik dokter mandiri. Peserta cukup datang dan meminta bantuan petugas untuk pengisian skrining.
Dengan cara ini, peserta yang kurang terbiasa menggunakan teknologi tetap bisa memanfaatkan layanan skrining BPJS Kesehatan.
Tindak Lanjut Hasil Skrining BPJS
Hasil skrining BPJS akan menunjukkan tingkat risiko kesehatan peserta, mulai dari rendah, sedang, hingga tinggi.
Jika hasil menunjukkan risiko sedang atau tinggi, peserta disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Hingga Mei 2025, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan lebih dari 23.460 FKTP, yang terdiri dari:
| Jenis FKTP |
|---|
| Puskesmas |
| Klinik Pratama |
| Dokter Praktik Perorangan |
| Dokter Gigi Praktik Perorangan |
Cara Mencari FKTP Terdekat
Peserta dapat menemukan FKTP terdekat dengan dua cara:
-
Melalui aplikasi Mobile JKN pada menu “Faskes”
-
Melalui website Aplicares di faskes.bpjs-kesehatan.go.id dengan memilih provinsi dan jenis fasilitas kesehatan
Dengan informasi ini, peserta dapat segera menindaklanjuti hasil skrining BPJS secara tepat.
Penutup
Skrining BPJS Kesehatan merupakan langkah penting untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini. Layanan ini mudah diakses, gratis, dan sangat bermanfaat untuk mendukung gaya hidup sehat peserta JKN.
Melalui skrining rutin, peserta dapat mengambil keputusan kesehatan yang lebih baik dan mencegah penyakit sebelum berkembang lebih serius.
Untuk informasi terbaru seputar BPJS Kesehatan, layanan publik, dan isu penting lainnya, jangan lupa cek pembaruan artikel di Pituluik melalui tautan berikut:

Penggiat literasi digital, WordPress dan Blogger
website: alber.id , andesko.com , upbussines.com , pituluik.com













