Sinkhole Situjuh Batua Menyita Perhatian Publik
Sinkhole situjuh batua di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, menjadi perhatian luas masyarakat. Fenomena alam berupa lubang runtuhan ini muncul di Nagari Situjuh Batua dan langsung ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah.
Akibat ramainya kunjungan, lokasi tersebut bahkan disebut sebagai objek wisata dadakan. Namun, di balik antusiasme warga, muncul kekhawatiran serius yang perlu disikapi secara bijak.
Fenomena Sinkhole Situjuh Batua dan Keyakinan Masyarakat
Selain menikmati pemandangan, sebagian pengunjung membawa pulang air dari sinkhole situjuh batua. Air tersebut diyakini memiliki khasiat tertentu karena tampak jernih seperti telaga alami.
Namun demikian, hingga kini belum ada penelitian ilmiah maupun uji laboratorium yang membuktikan klaim tersebut. Oleh sebab itu, keyakinan ini dinilai berpotensi menyesatkan jika terus dibiarkan.
MUI Sumbar Ingatkan Bahaya Penyimpangan Akidah
Menanggapi fenomena sinkhole, Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada keyakinan yang bertentangan dengan ajaran agama.
Menurutnya, dalih pariwisata atau potensi ekonomi tidak boleh digunakan untuk membenarkan praktik yang dapat merusak akidah. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menyebarkan cerita mistik tanpa dasar.
Koordinasi MUI Hingga Tingkat Nagari
Selain memberikan imbauan, MUI Sumbar juga telah berkoordinasi dengan MUI Kabupaten Lima Puluh Kota. Langkah ini dilakukan untuk mencegah berkembangnya praktik khurafat di tengah masyarakat.
Imbauan tersebut bahkan telah diteruskan hingga ke tingkat nagari. Tujuannya agar masyarakat menghentikan keyakinan terhadap khasiat gaib air sinkhole situjuh batua tanpa dasar yang sahih.
Buya Gusrizal menegaskan, meyakini khasiat medis tanpa alasan medis adalah kekeliruan. Sementara itu, mempercayai khasiat gaib tanpa wahyu yang jelas termasuk bentuk khurafat yang berujung pada kesyirikan.
Pentingnya Edukasi dan Sikap Rasional
Oleh karena itu, masyarakat diminta menyikapi fenomena alam ini secara rasional. Fenomena geologi seharusnya dipahami melalui pendekatan ilmiah, bukan kepercayaan yang bersifat spekulatif.
Dengan edukasi yang tepat, potensi penyimpangan akidah dan keresahan sosial dapat dicegah. Untuk perkembangan berita Sumatera Barat dan isu penting lainnya, pembaca dapat terus mengikuti pembaruan di Pituluik melalui https://pituluik.com.

Penggiat literasi digital, WordPress dan Blogger
website: alber.id , andesko.com , upbussines.com , pituluik.com












