Sungai Cisadane Tangerang kembali menjadi sorotan setelah sirene peringatan di Bendung Air 10, Kota Tangerang, berbunyi akibat meningkatnya tinggi muka air sungai. Pemerintah Kota Tangerang menetapkan status Siaga III sebagai langkah kewaspadaan menghadapi potensi banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah hulu dan hilir.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menegaskan bahwa pembunyian sirene bertujuan memberikan peringatan dini kepada masyarakat. Selain itu, petugas langsung meningkatkan pengawasan debit air untuk mencegah dampak yang lebih besar.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menambahkan bahwa sirene di Bendung Air 10 Sungai Cisadane berbunyi karena ketinggian air telah melewati ambang normal. Akibatnya, warga yang tinggal di bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan dan bersiap melakukan evakuasi bila kondisi memburuk.
Status Terkini Sungai Cisadane Tangerang
BPBD Kota Tangerang mencatat sejumlah wilayah terdampak genangan akibat meningkatnya debit Sungai Cisadane. Selanjutnya, petugas gabungan dari BPBD, Dinas PUPR, Dinas Sosial, dan aparat wilayah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan penanganan cepat.
Tabel Wilayah Terdampak Genangan
| Kecamatan | Tinggi Air (cm) | Dampak Utama |
|---|---|---|
| Cibodas | 30–60 cm | Aktivitas warga terganggu |
| Periuk | 40–80 cm | Jalan tergenang |
| Jatiuwung | 30–50 cm | Rumah warga terdampak |
| Karang Tengah | 40–70 cm | Arus lalu lintas tersendat |
| Benda | 30–60 cm | Drainase meluap |
Selain itu, petugas juga mengatur pintu air Bendung Air 10 untuk mengendalikan aliran Sungai Cisadane Tangerang. Namun, jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, risiko banjir susulan tetap mengintai.
Sirene Bendung Air 10 Jadi Perhatian Publik
Di media sosial dan grup percakapan warga, video bunyi sirene Bendung Air 10 Sungai Cisadane tersebar luas. Warga memberikan beragam respons, mulai dari mendoakan agar banjir segera surut hingga mengingatkan sesama warga untuk bersiap mengungsi.
Kemudian, BPBD menjelaskan bahwa bunyi sirene bukan tanda bahaya ekstrem, melainkan sinyal peringatan dini agar masyarakat lebih waspada. Karena itu, warga diminta tidak panik, tetapi tetap siaga terhadap perkembangan situasi.
Penyebab Kenaikan Debit Sungai Cisadane
BMKG mencatat curah hujan tinggi di wilayah hulu dan sekitar Tangerang menjadi pemicu utama kenaikan debit Sungai Cisadane. Selanjutnya, aliran air dari daerah pegunungan mengalir deras menuju hilir dan meningkatkan permukaan air di Bendung Air 10.
Faktor lain yang memperparah kondisi antara lain:
- Sistem drainase yang belum optimal
- Penyempitan alur sungai di beberapa titik
- Tingginya limpasan air dari kawasan padat penduduk
Akibatnya, genangan cepat muncul di wilayah rendah yang berada di sekitar aliran Sungai Cisadane Tangerang.
Imbauan BPBD kepada Masyarakat
BPBD Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk:
- Memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan BMKG.
- Mengamankan barang berharga ke tempat lebih tinggi.
- Tidak membuang sampah ke sungai agar aliran air tetap lancar.
- Menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting dan kebutuhan dasar.
- Segera melapor jika air mulai masuk ke rumah.
Sementara itu, dalam kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan 112 atau posko BPBD terdekat.
Lokasi Bendung Air 10 Sungai Cisadane Tangerang
Untuk memudahkan masyarakat memantau lokasi Bendung Air 10 Sungai Cisadane, berikut tautan Google Maps:
📍 Bendung Air 10 Sungai Cisadane, Tangerang
https://www.google.com/maps/search/Bendung+Air+10+Sungai+Cisadane+Tangerang
Selain itu, warga juga dapat memantau ketinggian muka air melalui situs resmi BPBD dan aplikasi kebencanaan.
Kesimpulan
Sungai Cisadane Tangerang saat ini berada pada status Siaga III setelah debit air meningkat akibat hujan deras. Sirene Bendung Air 10 berbunyi sebagai peringatan dini agar masyarakat tetap waspada. Namun, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa.
Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan penanganan di titik rawan banjir. Akhirnya, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko kerugian akibat luapan Sungai Cisadane.
Baca update bencana dan informasi penting lainnya di Pituluik:
👉 https://pituluik.com

Penggiat literasi digital, WordPress dan Blogger
website: alber.id , andesko.com , upbussines.com , pituluik.com












