blog  

Kenapa Gigi Berlubang Bau? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa gigi berlubang bau? Kenali penyebab bau mulut akibat gigi berlubang, tanda yang perlu diperhatikan, serta cara mengatasinya agar tidak semakin parah.

Kenapa Gigi Berlubang Bau
Kenapa Gigi Berlubang Bau

Kenapa gigi berlubang bau? Pertanyaan ini cukup sering muncul ketika seseorang mengalami bau mulut yang sulit hilang meskipun sudah menyikat gigi. Kondisi tersebut memang dapat berkaitan dengan gigi berlubang, terutama ketika lubang sudah cukup dalam dan menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan serta bakteri.

Gigi berlubang bukan hanya menyebabkan rasa sakit atau ngilu. Jika tidak dirawat, kerusakan dapat semakin dalam dan memengaruhi bagian dalam gigi. Selain itu, bakteri yang berkembang di area tersebut dapat menghasilkan senyawa berbau tidak sedap sehingga napas terasa kurang segar.

Kenapa Gigi Berlubang Bau?

Ada beberapa alasan kenapa gigi berlubang bau. Salah satu penyebab utamanya adalah sisa makanan yang masuk dan sulit dibersihkan dari dalam lubang gigi.

Rekomendasi Produk Untuk Anda

Ketika sisa makanan tertinggal dalam waktu lama, bakteri di dalam mulut akan memecahnya. Proses tersebut menghasilkan senyawa tertentu yang dapat menimbulkan bau tidak sedap.

Selain itu, gigi berlubang yang semakin dalam dapat mengalami kerusakan jaringan. Jika sudah mencapai bagian pulpa yang berisi saraf dan pembuluh darah, risiko peradangan atau infeksi juga meningkat.

Karena itu, bau dari gigi berlubang sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah kosmetik semata. Bau tersebut bisa menjadi tanda bahwa kondisi gigi membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Kenapa Gigi Berlubang Bau

Sisa Makanan Bisa Terjebak di Dalam Lubang Gigi

Lubang pada gigi memiliki bentuk dan kedalaman yang berbeda-beda. Pada lubang yang cukup besar, makanan dapat dengan mudah masuk dan sulit dikeluarkan hanya dengan berkumur.

Sisa makanan yang tertinggal kemudian menjadi sumber makanan bagi bakteri. Semakin lama kondisi tersebut berlangsung, semakin besar kemungkinan muncul bau tidak sedap.

Inilah alasan mengapa seseorang bisa merasakan bau berasal dari area tertentu di dalam mulut, terutama ketika menggunakan benang gigi atau membersihkan sela gigi.

Bakteri Menjadi Salah Satu Penyebab Bau

Mulut secara alami memiliki banyak bakteri. Sebagian besar tidak berbahaya, tetapi kondisi kebersihan mulut yang buruk dapat membuat bakteri tertentu berkembang lebih banyak.

Bakteri dapat menghasilkan senyawa sulfur yang berkontribusi terhadap bau mulut. Pada gigi berlubang, lingkungan yang penuh sisa makanan dan jaringan gigi yang rusak dapat mendukung aktivitas bakteri tersebut.

Oleh sebab itu, menyikat gigi secara teratur tetap penting. Namun, membersihkan permukaan gigi saja tidak selalu cukup jika sudah terdapat lubang yang dalam.

Apakah Gigi Berlubang Bau Berarti Infeksi?

Tidak selalu. Bau tidak sedap dari gigi berlubang dapat disebabkan oleh sisa makanan dan aktivitas bakteri tanpa berarti sudah terjadi infeksi serius.

Namun, Anda perlu lebih waspada apabila bau disertai beberapa gejala lain, seperti sakit gigi yang semakin berat, gusi bengkak, muncul benjolan pada gusi, keluar cairan atau nanah, demam, atau wajah mengalami pembengkakan.

Jika gejala tersebut muncul, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan dokter gigi. Infeksi pada gigi dapat membutuhkan penanganan profesional dan tidak sebaiknya hanya ditutupi dengan obat penghilang bau mulut.

Tanda Gigi Berlubang Sudah Perlu Diperiksa

Beberapa tanda berikut dapat menjadi alasan untuk membuat janji dengan dokter gigi:

  • Gigi terasa sakit saat mengunyah.
  • Gigi sensitif terhadap makanan panas atau dingin.
  • Lubang pada gigi terlihat semakin besar.
  • Makanan sering tersangkut di gigi.
  • Gusi di sekitar gigi mengalami pembengkakan.
  • Muncul rasa tidak enak di dalam mulut.
  • Bau mulut terus berulang.
  • Gigi berubah warna menjadi lebih gelap.
  • Muncul nanah atau benjolan pada gusi.

Semakin cepat gigi diperiksa, semakin besar kemungkinan dokter dapat menentukan pilihan perawatan yang sesuai dengan tingkat kerusakannya.

Cara Mengatasi Bau Akibat Gigi Berlubang

Langkah utama untuk mengatasi masalah tersebut adalah menangani sumber penyebabnya. Jika bau berasal dari gigi berlubang, menyikat gigi lebih sering saja tidak akan memperbaiki lubang tersebut.

Dokter gigi dapat menentukan perawatan berdasarkan kondisi gigi. Pada kerusakan tertentu, dokter mungkin melakukan penambalan. Jika kerusakan sudah mencapai bagian dalam gigi, perawatan saluran akar dapat menjadi salah satu pilihan.

Sementara itu, gigi yang sudah mengalami kerusakan sangat berat mungkin membutuhkan tindakan lain sesuai hasil pemeriksaan.

Karena itu, jangan menunda pemeriksaan hanya karena rasa sakit atau bau sempat menghilang.

Tetap Menjaga Kebersihan Mulut di Rumah

Sambil menunggu pemeriksaan, kebersihan mulut tetap harus dijaga. Sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride dan bersihkan sela-sela gigi secara rutin.

Anda juga dapat membersihkan lidah karena permukaannya dapat menjadi tempat menumpuknya bakteri dan sisa makanan.

Selain itu, cukup minum air putih untuk membantu menjaga kelembapan mulut. Kurangi kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula secara berlebihan karena gula dapat mendukung proses kerusakan gigi.

Namun, langkah-langkah tersebut hanya membantu menjaga kebersihan mulut. Gigi yang sudah berlubang tetap membutuhkan pemeriksaan dan perawatan sesuai tingkat kerusakannya.

Apakah Obat Kumur Bisa Menghilangkan Bau?

Obat kumur dapat membantu mengurangi jumlah bakteri atau memberikan napas yang lebih segar, tergantung jenis produknya. Namun, penggunaannya tidak dapat menutup atau memperbaiki lubang pada gigi.

Jika sumber bau berasal dari sisa makanan yang terus masuk ke dalam lubang atau jaringan gigi yang mengalami kerusakan, masalah dapat kembali muncul setelah efek obat kumur hilang.

Karena itu, obat kumur sebaiknya dipandang sebagai bagian dari perawatan kebersihan mulut, bukan sebagai pengganti pemeriksaan dokter gigi.

Jangan Mencabut atau Mengorek Gigi Sendiri

Ketika gigi berlubang menimbulkan bau, sebagian orang mencoba mengorek lubang menggunakan benda tajam untuk mengeluarkan sisa makanan. Kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari.

Mengorek gigi dengan benda yang tidak steril dapat melukai gusi atau memperparah kerusakan. Selain itu, benda tajam juga berisiko merusak jaringan di sekitar gigi.

Jika makanan sering tersangkut, gunakan cara membersihkan sela gigi yang lebih aman dan lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.

Kapan Harus Segera ke Dokter Gigi?

Bau mulut saja biasanya bukan keadaan darurat. Namun, Anda perlu mencari pertolongan medis lebih cepat apabila masalah gigi disertai pembengkakan wajah atau rahang, demam, kesulitan membuka mulut, sulit menelan, atau kesulitan bernapas.

Gejala tersebut dapat mengindikasikan infeksi yang membutuhkan penanganan segera.

Selain itu, apabila gigi berlubang terus mengeluarkan bau atau menyebabkan sakit berulang, jangan menunggu sampai rasa sakit menjadi sangat berat. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu mencegah kerusakan berkembang lebih jauh.

Kesimpulan

Jadi, kenapa gigi berlubang bau? Penyebabnya dapat berkaitan dengan sisa makanan yang terjebak di dalam lubang, aktivitas bakteri, kerusakan jaringan gigi, maupun masalah lain di dalam mulut.

Bau yang muncul berulang kali sebaiknya tidak hanya diatasi dengan permen, obat kumur, atau menyikat gigi lebih sering. Jika terdapat lubang pada gigi, sumber masalahnya perlu ditangani agar kondisi tidak semakin parah.

Menjaga kebersihan gigi, menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, membersihkan sela gigi, mengurangi konsumsi gula, dan melakukan pemeriksaan gigi secara rutin merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan mulut.

Jika gigi sudah terasa sakit, berlubang semakin besar, gusi membengkak, atau muncul nanah dan demam, segera periksakan ke dokter gigi untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.