Benarkah Anak Usia Dini yang Penting Bahagia Dulu?

Saat ini,banyak sekali perseliweran dibeberapa podcast dan beberapa Vt konten kreator yang mengatakan ” Anak Usia Dini Jangan dibebankan, yang penting bahagia dulu”. Menurut penulis ini kurang tepat ya, anak usia dini memang harus bahagia tapi sangat disayangkan jika masa Golden Age nya terabaikan begitu saja tanpa stimulus. Golden age adalah (priode emas) istilah untuk menggambarkan masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dan krusial dalam kehidupan awal anak sampai anak berusia enam tahun, bahkan ada beberapa ahli menyebutkan sampai anak berusia delapan tahun.

Pada masa Golden Age ini semua tumbuh kembang anak berkembang sangat pesat jadi sangat sayang jika para orangtua tidak menstimulasi priode ini dengan sebaik mungkin. Selain itu, pada masa tersebut juga terjadi perkembangan kepribadian anak dan pembentukan pola perilaku, sikap, dan ekspresi emosi. Jika berbagai kebutuhan anak diabaikan pada golden age, anak dikhawatirkan mengalami tumbuh kembang yang kurang optimal. Oleh karena itu penting sekali buat parents untuk mengenal tahapan golden age anak untuk memberikan stimulasi yang tepat kepada anak agar anak merasa tidak terbebani dan anak merasa selalu merasa bahagia. Anak yang banyak diberi rangsangan akan membuatnya menampakkan hobinya. Ada anak-anak yang pandai berbicara, menyukai musik, suka berhitung, senang beraktivitas, memiliki pikiran yang terstruktur,
dapat bersimpati, suka bersosialisai, ataupun memiliki kendali emosi yang bagus. Semua itu perlu diperhatikan secara seksama oleh orang tua agar bisa mengembangkan potensi anak dan memberikan stimulasi yang lebih intens.

READ More  5 SITUS TEMPAT DOWNLOAD TEMA WORDPRESS PREMIUM FREE

beberapa hasil penelitian mengatakan bahwa orang tua harus mengetahui dan mengidentifikasi potensi yang dimiliki anak dan berperan memberikan stimulasi yang sesuai agar potensi tersebut dapat dikembangkan. Cara untuk mengidentifikasi potensi anak yaitu dengan mengidentifikasi bakat dan minat anak. berbagai kegiatan dapat dicoba oleh orang tua agar dapat menentukan bakat minat anaknya misalnyamelalui observasi dan identifikasi akan kegemaran anak. Apakah anak pandai menggambar, gemar menyanyi,hobi membaca, senang akan olahraga tertentu dan lain-lain. Bakat anak akan menjadi mudah diidentifikasiapabila sering didukung untuk mencoba beragam aktivitas.

Cara mengetahui bakat anak melalui kreativitas dapat dilakukan dengan hal berikut: mendukung aktivitas yang disenangi anak, menghargai anak-anak, membangun hubungan yang bermanfaat dengan anak, membuat anak mandiri dalam melakukan sesuatu, memuji karya yang dibuat oleh anak, memberikan peluang terhadap anak agar berpikir, berpikir kreatif, menstimulus kerja otak anak melalui cara diskusi tentang hal ringan yang bisa diterima oleh otak anak, membiarkan anak agar bisa menetapkan suatu keputusan, menolong anak mendeteksi kesulitan dengan cara memberikan penjelasan yang memuaskan otak anak. Memberikan ruang yang memadai kepada anak agar dapat bereksplorasi, dan memberikan contoh dalam membuat karya imajinati.

Beberapa peran yang bisa dilakukan orang tua untuk menggali potensi anak diantaranya sebagai berikut :

Memberikan stimulan yang sesuai
Stimulan merupakan rangsangan. Rangsangan disini bisa berbentuk kesempatan untuk main, sarana belajar maupun subtansi (seperti kisah atau buku bacaan), yang bisa merangsang anak agar dapat belajar atau mengolah pelajaran.

READ More  Walk-In Closet Bisa Rawan Rayap Jika Banyak Rak Kayu dan Kardus Sepatu

Stimulan juga dapat berupa sentuhan yang abstrak, misalnya mendukung dan melibatkan diri serta menjadi pendamping bagi anak pada saat belajar sangat berpengaruh dan juga menjadi pastisipasi dan dianggap inspirasi bagi anak. Perlu juga membentuk tradisi belajar atau tradisi berprestasi di keluarga. Pembiasaan ini dipahami sebagai suatu bentuk tradisi positif, contohnya membaca, menghafal bacaan atau kalimat, mencari informasi untuk menyelesaikan masalah, dan pembiasaan-pembiasaan positif lainnya.

Memberikan support

Memberikan support terhadap anak akan banyak hal, baik bersifat materi, contohnya permainan, atau ajarkan anak enghadapi macam-macam permasalahan dan ajarkan anak untuk mengatasi masalah tersebut.

Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Potensi Anak pada Masa Golden Age – Rike Parita Memberikan perhatian khusus terhadap anak dan buat anak untuk senantiasa merasa nyaman. Kepedulian dan penghargaan yang diberikan untuk anak akan membuat kecerdasan anak semakin meningkat.


Memberikan sanjungan
Pada saat anak berhasil menuntaskan suatu keahlian tertentu maka anak hendaknya diberikan sebuah
sanjungan. Berikan juga sanjungan apabila anak memperlihatkan hasil buatannya. Apabila keahlian anak
sudah bisa terlihat, kemudian salurkan secara baik. Apresiasi yang diberikan kepada anak akan membuat anak
semakin termotivasi untuk selalu mencoba.

Jika menurut kita karya anak masih kurang maksimal, tidak
seharusnya kita mengejek hasil tersebut karena ini akan berbahaya terhadap kepercayaan dirinya anak. Anak
yang mempunyai kepercayaan diri yang tinggi akan lebih tangguh melawan tekanan di lingkungannya
dibandingkan anak yang memiliki kepercayaan diri yang rendah.

READ More  Cara Membuat Tab Menu Bar Dengan Mudah Di Blog


Memfokuskan anak
Orang tua bisa memfokuskan keahlian anak, contohnya apabila anak hobi membaca, berikan kepada anak buku cerita berwarna dan bawa untuk bercerita bersama kita. Kegiatan tersebut hendaknya dilakukan secara ruitn, misalnya dengan membacakan cerita kepada anak sebelum tidur. Setelah itu penting bagi orang tua untuk memberikan ulasan mengenai isi cerita untuk mengarahkan anak agar dapat mengambil pelajaran yang dapat diambil dari cerita, terutama pelajaran yang baik seperti kejujuran, keberanian, kedisiplinan, ketekunan, kerja sama dan kesederhanaan.

Semua aktivitas anak juga harus didampingi oleh orang tua. Disamping membuat anak merasa aman dan nyaman terhadap anak, keahlian mencolok yang dimiliki anak juga dapat diketahui dengan mudah, Apabila anak menanyakan suatu hal, maka jawab semua pertanyaan tersebut. Jangan berikan jawaban finis, akan tetapi berikan jawaban yang merangsang anak untuk terus bertanya. Latih anak untuk berpikir baik dalam permasalahan kecil maupun besar.

mengajak anak untuk berkaya
Beri kertas origami kemudian perintahkan anak agar memotongnya sesuai kemauan, setelah itu direkatkan pada buku gambar. Dapat juga dengan membawa anak bermain pasir ataupun memanfaatkan mainan yang ada. Jika orang tua kreatif, sangat banyak bahan disekitar yang bisa dimanfaatkan. Apabila anak sudah pandai berimajinasi, keahlian lain pun juga bisa dengan mudah ditingkatkan.

Scroll to Top