news  

Dorongan Menkeu untuk Kilang Baru Pertamina di Dalam Negeri

Pembangunan kilang minyak baru kembali menjadi sorotan. MenKeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan agar Pertamina tidak lagi menunda komitmennya dalam mempercepat proyek kilang yang sudah direncanakan sejak lama. Menurutnya, langkah ini krusial untuk mengurangi beban subsidi energi sekaligus mengangkat nilai tambah bagi perekonomian dalam negeri.

Dalam pernyataannya usai menghadiri rapat bersama Komisi XI DPR RI, Purbaya menyebutkan bahwa rencana Pertamina sudah ada, tinggal menunggu pelaksanaan. “Kalau sudah ada rencana, jalankan saja. Tidak perlu menunggu lebih lama lagi,” ujarnya di Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Mengapa Kilang Baru Mendesak?

Ketergantungan pada impor BBM selama ini menjadi salah satu penyebab utama membengkaknya subsidi energi. Anggaran negara setiap tahun harus menanggung biaya besar untuk menutup selisih harga jual dengan harga pasar internasional.

Data terbaru Kementerian Keuangan menunjukkan, hingga akhir Agustus 2025 subsidi energi telah mencapai Rp218 triliun atau 43,7 persen dari pagu APBN 2025. Angka ini menunjukkan betapa berat beban negara bila pembangunan kilang terus ditunda.

Dengan kilang baru, Indonesia bisa mengolah minyak mentah di dalam negeri. Hal ini tidak hanya menekan biaya impor, tetapi juga membuka peluang terciptanya lapangan kerja, peningkatan investasi, serta alih teknologi di sektor energi.

Mengingat Janji Lama Pertamina

Purbaya mengungkapkan bahwa sejak 2018, Pertamina sudah menyampaikan rencana ambisius membangun tujuh kilang dalam kurun waktu lima tahun. Namun, janji itu hingga kini belum sepenuhnya terealisasi.

“Dulu mereka sudah janji. Kalau sekarang tidak dijalankan, beban subsidi kita akan makin berat,” jelasnya.

Janji tersebut kini kembali ditagih. Purbaya menilai momentum ini tepat untuk memastikan bahwa perusahaan energi milik negara tidak hanya pandai membuat wacana, tetapi juga serius melangkah.

Efisiensi Anggaran yang Terancam

Selama lima tahun terakhir, Kementerian Keuangan berhasil mencatatkan efisiensi anggaran hingga Rp3,53 triliun. Namun, upaya efisiensi ini terancam tergerus bila subsidi energi terus membengkak.

Kebijakan membangun kilang dipandang sebagai solusi jangka panjang. Dengan produksi dalam negeri, pemerintah bisa lebih leluasa mengatur harga BBM tanpa terlalu bergantung pada fluktuasi harga global.

DPR dan Publik Diminta Ikut Awasi

Tidak hanya mendorong, Purbaya juga mengajak DPR RI untuk ikut serta mengawasi jalannya proyek kilang Pertamina. Ia menegaskan bahwa peran DPR sangat penting dalam memastikan program ini benar-benar berjalan sesuai target.

“Jadi saya bukan sekadar juru bayar. Saya juga akan ikut mengawasi, apakah proyek-proyek ini benar dijalankan atau tidak,” tegasnya.

Hal ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak akan memberi ruang bagi keterlambatan yang tidak perlu. Masyarakat pun diharapkan turut memantau agar pembangunan kilang bisa menjadi gerakan bersama menuju kemandirian energi nasional.

Kilang dan Kemandirian Energi

Kemandirian energi menjadi isu strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi. Selama ketergantungan pada impor masih tinggi, Indonesia akan terus rentan terhadap gejolak pasar internasional. Harga minyak dunia yang naik turun bisa berdampak langsung terhadap APBN.

Dengan adanya kilang baru, risiko tersebut dapat ditekan. Indonesia bisa lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan energi domestik. Tidak hanya soal efisiensi biaya, pembangunan kilang juga memberi dampak jangka panjang berupa penguatan industri hilir energi di dalam negeri.

Penutup

Pernyataan Menkeu Purbaya menjadi dorongan tegas agar Pertamina tidak lagi menunda realisasi pembangunan kilang baru. Bagi pemerintah, ini bukan sekadar proyek, melainkan langkah strategis demi menjaga stabilitas ekonomi, mengurangi subsidi, dan memperkuat kemandirian energi.

Kini, bola ada di tangan Pertamina. Publik tentu akan menunggu apakah janji yang sudah lama terdengar benar-benar diwujudkan, atau justru kembali menjadi catatan panjang dalam sejarah keterlambatan pembangunan infrastruktur energi nasional.

Editor: alber

Referensi Berita Tambahan

Untuk memperkaya perspektif, pembaca dapat mengikuti perkembangan berita terkini dari berbagai sumber tepercaya melalui

Google News . Penyajian berita dilakukan secara kurasi dan kontekstual sesuai topik yang sedang berkembang.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x