Harga emas batangan bersertifikat produksi PT Aneka Tambang Tbk kembali bergerak naik. Pada Sabtu (24/1), Logam Mulia menetapkan harga jual emas sebesar Rp 2.887.000 per gram, meningkat Rp 7.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, harga buyback emas Antam hari ini juga naik dengan nilai yang sama. Logam Mulia menetapkan harga beli kembali di level Rp 2.722.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback mencapai Rp 165.000 per gram.
Namun, apakah kondisi ini menguntungkan bagi investor? Untuk menjawabnya, kita perlu melihat data historis serta memahami perbedaan harga jual dan harga buyback secara lebih rinci.
Tabel Perbandingan Harga dan Potensi Keuntungan
| Tanggal | Harga Emas Saat Beli | Harga Buyback Hari Ini | Potensi Untung |
|---|---|---|---|
| 17 Januari 2026 | Rp 2.663.000 | Rp 2.722.000 | 2,22% |
| 24 Desember 2025 | Rp 2.590.000 | Rp 2.722.000 | 5,10% |
| 24 Oktober 2025 | Rp 2.354.000 | Rp 2.722.000 | 15,63% |
| 24 Juli 2025 | Rp 1.945.000 | Rp 2.722.000 | 39,95% |
| 24 April 2025 | Rp 1.969.000 | Rp 2.722.000 | 38,24% |
| 24 Januari 2025 | Rp 1.608.000 | Rp 2.722.000 | 69,28% |
| 24 Oktober 2024 | Rp 1.515.000 | Rp 2.722.000 | 79,67% |
| 24 Juli 2024 | Rp 1.406.000 | Rp 2.722.000 | 93,60% |
| 24 April 2024 | Rp 1.320.000 | Rp 2.722.000 | 106,21% |
Sumber: Logam Mulia
Dari tabel tersebut, terlihat bahwa investor yang membeli emas sejak dua tahun lalu memperoleh potensi keuntungan lebih dari 100 persen. Sebaliknya, pembeli dalam jangka sangat pendek hanya mendapatkan margin tipis.
Apa Itu Harga Jual dan Harga Buyback?
Antam menetapkan dua jenis harga untuk emas batangan produksinya. Pertama, harga jual, yaitu harga ketika konsumen membeli emas di gerai Logam Mulia. Kedua, harga buyback, yaitu harga ketika konsumen menjual emas kembali ke Antam.
Dengan kata lain, harga jual selalu lebih tinggi dibanding harga buyback. Oleh karena itu, selisih keduanya disebut sebagai spread. Semakin besar spread, semakin lama waktu yang dibutuhkan investor untuk mencapai titik impas.
Contoh Simulasi Kerugian Jangka Pendek
Misalnya, pagi ini seseorang membeli emas seharga Rp 2.887.000 per gram. Namun, karena kebutuhan mendesak, ia menjual emas tersebut pada sore hari. Akibatnya, Logam Mulia hanya menghargainya sebesar Rp 2.722.000 per gram.
Artinya, investor tersebut langsung mengalami kerugian sebesar Rp 165.000 per gram hanya dalam satu hari. Oleh sebab itu, emas tidak cocok untuk spekulasi jangka pendek.
Mengapa Harga Buyback Penting Dipantau?
Banyak orang hanya fokus pada harga jual emas. Padahal, harga buyback jauh lebih penting bagi investor. Ketika Anda menjual emas, patokan utama adalah harga beli kembali, bukan harga jual.
Karena itu, memantau harga buyback emas Antam hari ini menjadi langkah penting dalam strategi investasi emas. Tanpa memahami perbedaan ini, investor berpotensi salah menghitung keuntungan.
Emas Cocok untuk Jangka Panjang
Dengan spread yang cukup besar, emas lebih sesuai untuk investasi jangka panjang. Secara historis, harga emas cenderung naik seiring waktu. Selain itu, emas juga berfungsi sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan nilai tukar.
Selanjutnya, kenaikan harga emas biasanya terjadi ketika kondisi global tidak stabil. Karena itu, banyak investor memilih emas sebagai aset aman.
Strategi Aman Investasi Emas
Agar tidak salah langkah, investor perlu menerapkan beberapa strategi berikut:
- Beli saat harga terkoreksi, bukan saat euforia pasar.
- Simpan emas minimal 1–2 tahun agar spread tertutup.
- Pantau harga buyback secara rutin, bukan hanya harga jual.
- Gunakan dana dingin, bukan dana kebutuhan sehari-hari.
Dengan strategi tersebut, risiko kerugian bisa ditekan secara signifikan.
Kesimpulan
Kenaikan harga emas hari ini memang menarik perhatian. Namun, investor tetap perlu berhati-hati. Selisih antara harga jual dan harga buyback cukup besar, sehingga emas tidak cocok untuk jual beli harian.
Sebaliknya, emas lebih tepat digunakan sebagai instrumen penyimpanan nilai jangka panjang. Jika dibeli pada harga rendah dan dijual setelah beberapa tahun, potensi keuntungannya bisa sangat besar.
Oleh karena itu, sebelum membeli emas, pastikan Anda memahami mekanisme harga jual dan buyback secara menyeluruh.
Penutup
Untuk update terbaru seputar investasi, ekonomi, dan peluang cuan lainnya, jangan lupa membaca artikel terbaru di Pituluik melalui tautan berikut:
👉 https://pituluik.com

Penggiat literasi digital, WordPress dan Blogger
website: alber.id , andesko.com , upbussines.com , pituluik.com












