Illustrasi
Dahulu kala, ada seorang Abid (ahli ibadah) yang selalu beribadah dan berdo’a kepada Tuhan di sebuah gunung. Karena kedudukan dan kedekatannya dengan Tuhan yang sangat tinggi, Tuhan memerintahkan para malaikat-Nya untuk selalu membawakan untukmya makanan dari surga. Dan dengan cara inilah Tuhan membuatnya kenyang. Setelah 70 tahun beribadah, suatu hari Tuhan berkata kepada para malaikat-Nya, “Untuk malam ini janganlah kalian bawakan dia makanan, kita akan mengujinya!”
Rekomendasi Produk
Temukan produk menarik dengan penawaran terbaik.
MUSYAFFA Mukena Dewasa Mewah 3in1 Silk Armani Jacguard Almeera Series
Harga tercantum Rp237.500
MODOFO Tumbler Stainless 710ml, Botol Minum Tahan Panas dan Dingin
Harga tercantum Rp49.000
HSD Black Garlic Solo Bawang Hitam Tunggal Premium BPOM Halal Fermentasi 90 Hari
Harga tercantum Rp51.000
BELI 2 HEMSET 50%Bedak Hairline Waterproof Anti Keringat, Penebal Rambut Alami - COCOK UNTUK PRIA & WANITA
Harga tercantum Rp53.999
ROK SPAN KNIT Bodycon Bawahan Cantik
Harga tercantum Rp20.582
Obat Anti Ketombe Ampuh & Obat Ketombe Parah - Bantu Redakan Gatal & Kulit Kepala Berkerak
Harga tercantum Rp99.000
Beberapa tautan produk merupakan tautan afiliasi.
Malam itu Abid menunggu dengan sabar makanannya, tapi tak kunjung tiba, hingga dia sudah tak mampu lagi menahan rasa lapar. Kesabarannya pun sudah habis, dia sudah tidak kuat lagi, akhirnya dia turun dari gunung dan pergi menuju rumah penyembah api yang berada di kaki gunung untuk meminta roti kepadanya, penyembah api memberikan kepadanya 3 potong roti lalu dia pergi menuju tempat ibadahnya.
Anjing penjaga rumah penyembah api berlari mengikutinya dan menghentikannya. Sang Abid melemparkan sepotong roti kepadanya sehingga dia kembali dan Abid bisa meneruskan perjalannya, anjing menghabiskan roti dan kembali menghentikan sang Abid, Abid pun melemparkan roti keduanya kepadanya dan saat ingin pergi, namun anjing tidak melepaskannya dan tidak membiarkan Abid meneruskan perjalanannya. Sang Abid dengan marah melemparkan roti ketiganya kepadanya dan berkata: “Hai binatang kenapa kamu tidak punya rasa malu! Tuanmu memberikan roti ini kepadaku, namun kamu tidak membiarkanku membawanya?”
Dengan izin Tuhan yang Maha Besar, anjing itu pun bisa berbicara dan berkata, “Saya bukannya tidak punya rasa malu, saya adalah anjing yang bertahun-tahun tinggal dirumah seseorang, saat dia memberikan makan kepada saya, saya tinggal bersamanya, saat dia tidak memberikan makanan kepada saya, saya tetap berada disampingnya, suatu saat dia mengusirku dari rumahnya, saya duduk menunggu di luar pintunya hingga shubuh, tapi justru sebaliknya kamu yang tidak punya rasa malu, Tuhanmu selalu mengirimi kamu makanan setiap malam dan apapun yang kamu minta Dia memberikannya, hanya satu malam saja makanan tidak datang, kamu sudah melupakan-Nya dan memutuskan hubungan dengan-Nya dan datang kepada penyembah api untuk memenuhi hajatmu dan meminta roti kepadanya.”
Setelah mendengar perkataan ini dia sangat terkejut dan menyesal dan kembali ke tempat ibadahnya lalu bertobat
