Ketika ajal menjemput, tidak ada seorang pun yang mampu menghentikan. Dalam sebuah kitab karya Imam Abdirrahin bin Ahmad Al-Qadhiy, dijelaskan bagaiman sakitnya raga ketika ruh mulai dicabut. Hal ini diceritakan Rasulullah SAW kepada Aisyah ra.
Rekomendasi Produk
Temukan produk menarik dengan penawaran terbaik.
MUSYAFFA Mukena Dewasa Mewah 3in1 Silk Armani Jacguard Almeera Series
Harga tercantum Rp237.500
MODOFO Tumbler Stainless 710ml, Botol Minum Tahan Panas dan Dingin
Harga tercantum Rp49.000
HSD Black Garlic Solo Bawang Hitam Tunggal Premium BPOM Halal Fermentasi 90 Hari
Harga tercantum Rp51.000
BELI 2 HEMSET 50%Bedak Hairline Waterproof Anti Keringat, Penebal Rambut Alami - COCOK UNTUK PRIA & WANITA
Harga tercantum Rp53.999
ROK SPAN KNIT Bodycon Bawahan Cantik
Harga tercantum Rp20.582
Obat Anti Ketombe Ampuh & Obat Ketombe Parah - Bantu Redakan Gatal & Kulit Kepala Berkerak
Harga tercantum Rp99.000
Beberapa tautan produk merupakan tautan afiliasi.
Table of Contents
Kisahnya
Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, diceritakan bahwa suatu hari ia tengah duduk di dalam rumah dan mengucapkan salam, Aisyah ra berinisiatif untuk berdiri dan menyambut kedatangan kekasih Allah tersebut.
“Duduklah pada tempatmu, tidak usah berdiri wahai Ummul Mukminin, “begitu ucap Rasulullah SAW.
Kemudian Rasulullah SAW ikut duduk dan meletakkan kepalanya pada pangkuan Aisyah. Tak berapa lama kemudian Rasulullah SAW pun tidur terlentang. Pada saat itu Aisyah ra mencari uban yang ada jenggot Rasulullah SAW dan melihat 19 helai rambut yang memutih. Maka Aisyah pun menangis sehingga air matanya jatuh menetesi wajah Rasulullah SAW hingga akhirnya beliaupun terbangun daru tidurnya.
Dialog Rasulullah SAW dan Aisyah ra
“Wahai ummul mukminin, apa yang membuatmu menangis?”tutur Rasulullah SAW.
Maka Aisyah ra menceritakan apa yang ia rasakan setelah melihat uban-uban Rasulullah SAW tersebut.
“Tahukah kamu, keadaan apakah yang paling menyusahkan bagi mayit? “kata Rasulullah SAW.
“Tidak ada keadaan yang paling menyusahkan atas diri mayit daripada saat keluar dari rumahnya, anak-anak yang ditinggalkan berada di belakangnya, serta menangisinya, “kata Aisyah ra.
“Itu memang pedih, tapi masih ada lagi yang lebuh pedih dari itu, “sahut Rasulullah SAW.
“Tidak ada keadaan yang lebih berat atas diri mayit daripada saat dia dimasukkan dalam liang lahat dan dikubur di bawah tanah, para kerabat, anak dan kekasihnya meninggalkannya pulang. Setelah itu datanglah Malaikat Munkar dan Nakir dalam kuburnya, “ujar Aisyah lagi.
Rasulullah SAW tersenyum mendengar penuturan itu. Setelah itu beliau menjelaskan kepada bahwa sesungguhnya saat yang paling berat bagi mayit adalah ketika datangnya “Tukang Memandikan Mayit.” Mereka mengeluarkan cincin dari jari-jari orang yang mati tersebut, melepaskan pakaiannya kemusian memandikannya.
Ketika itu, ruhnya memanggil saat melihat jasadnya telanjang dengan suara yang dapat didengar oleh seluruh makhluk kecuali jin dan manusia.
Tubuh Terbakar
“Apa yang diserukan oleh ruh itu ya Rasulullah? “tanya Aisyah.
“Hai tukang memandikan, demi Allah aku memohon kepadamugar engkau mencopot pakaianku dengan pelan-pelan, karena sesungguhnya saat ini aku sedang istirahat dari sakitnya pencabutan nyawa dari Malaikat Maut, “begitu ungkap Rasulullah SAW.
“Lalu apa yang diserukan lagi oleh ruh? “tanya Aisyah ra lagi.
“Hai tukang memandikan, demi Allah jangan engkau tuangkan air panas, jangan engkau gunakan air panas dan jangan pula air dingin, sesungguhnya jasadku telah terbakar sebab dicabutnya nyawaku, “papar Rasulullah SAW.
“Lalu ketika dimandikan, apa yang diserukan oleh ruh itu? “tanya Aisyah ra sekali lagi.
Dan ketika dimandikan, ruh itu berkata,
“Demi Allah, hai tukang memandikan, janganlah engkau pegang diriku terlalu kuat, sesungguhnya jasadku masih terluka karena keluarnya nyawa, “tutur Rasulullah SAW.
Astaghfirullah….semoga yang membaca artikel ini diberi wafat dalam keadaan Khusnul Khatimah, diberi ketenangan jiwa sampai hari kiamat nanti. Amiiin…

Penggiat literasi digital, WordPress dan Blogger
website: alber.id , andesko.com , pituluik.com
