Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Padang

Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi
Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi

Pendahuluan

Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi merupakan salah satu ikon keislaman dan kebudayaan terbesar di Sumatera Barat. Masjid yang berdiri megah di Kota Padang ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga diproyeksikan sebagai pusat pembelajaran adat Minangkabau, pendidikan Islam, serta penguatan ekonomi halal di tingkat provinsi.

Penetapan nama masjid ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan keagamaan di Sumatera Barat, sekaligus bentuk penghormatan terhadap ulama besar Minangkabau yang memiliki pengaruh internasional.


Sejarah Penamaan Masjid

Penamaan resmi masjid dilakukan bertepatan dengan peringatan 1 Muharram 1446 Hijriah. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat secara resmi menetapkan nama Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumatera Barat, setelah melalui komunikasi intensif dengan ahli waris tokoh ulama tersebut.

Prosesi peresmian dihadiri langsung oleh puluhan keturunan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, tokoh adat, tokoh agama, serta sejumlah mantan kepala daerah Sumatera Barat. Penetapan nama ini sekaligus mengakhiri penyebutan masjid yang sebelumnya hanya dikenal berdasarkan tipologi sebagai Masjid Raya Provinsi.

Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi

Profil Singkat Masjid

InformasiKeterangan
Nama ResmiMasjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi
LokasiKota Padang, Sumatera Barat
Luas Area±7,5 hektare
StatusMasjid Raya Provinsi
FungsiIbadah, pendidikan Islam, adat, ekonomi halal
PengelolaPemerintah Provinsi Sumatera Barat

Latar Belakang Pembangunan

Gagasan pembangunan masjid ini pertama kali dicetuskan pada tahun 2006 oleh Gubernur Sumatera Barat periode 2005–2009, Gamawan Fauzi. Saat itu, Kota Padang dinilai belum memiliki Islamic Center representatif yang mampu menampung aktivitas keagamaan skala besar.

Pembangunan masjid dilakukan secara bertahap. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada Desember 2007 dan penyelesaian konstruksi utama berlangsung hingga 2012, bertepatan dengan masa pemerintahan Gubernur Sumbar periode 2010–2021.

masjid raya syekh ahmad khatib al-minangkabawi

Arsitektur dan Filosofi Bangunan

Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi memiliki desain arsitektur yang unik dan sarat makna filosofis. Bangunan ini tidak menggunakan kubah konvensional, melainkan mengadopsi bentuk bentangan kain yang terinspirasi dari kisah Nabi Muhammad SAW saat membantu pemindahan Hajar Aswad.

Empat sudut bangunan yang meruncing mencerminkan bentuk gonjong Rumah Gadang, simbol khas budaya Minangkabau. Perpaduan nilai Islam dan kearifan lokal tersebut menjadikan masjid ini sebagai landmark arsitektur religius modern di Indonesia.


Masjid sebagai Pusat Islamic Center

Masjid ini diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keislaman terpadu di Sumatera Barat. Fungsinya melampaui tempat salat, mencakup pembelajaran adat Minangkabau, kajian keislaman, serta pengembangan ekonomi berbasis syariah.

Ke depan, kawasan masjid dirancang sebagai ruang publik religius yang terbuka bagi masyarakat, wisatawan, dan akademisi yang ingin mempelajari hubungan Islam dan budaya Minangkabau secara mendalam.

masjid raya syekh ahmad khatib al-minangkabawi

Tokoh Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi

Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi dikenal sebagai ulama besar asal Minangkabau yang memiliki pengaruh luas di dunia Islam. Ia merupakan imam di Masjidil Haram, Makkah, serta menjadi rujukan keilmuan bagi banyak ulama Nusantara.

Penamaan masjid ini menjadi bentuk penghormatan atas kontribusi intelektual dan dakwah beliau dalam perkembangan Islam di Indonesia dan dunia.


Kegiatan Peresmian dan Peluncuran Buku

Bersamaan dengan peresmian nama masjid, pemerintah daerah juga meluncurkan buku sejarah masjid karya Hasril Chaniago serta sebuah novel sejarah tentang Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang ditulis oleh Khairul Jasmi. Peluncuran ini memperkuat fungsi masjid sebagai pusat literasi sejarah Islam dan Minangkabau.


Kesimpulan

Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi bukan sekadar bangunan ibadah, melainkan simbol peradaban Islam dan budaya Minangkabau di Sumatera Barat. Dengan arsitektur ikonik, sejarah panjang, serta visi pengembangan Islamic Center, masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan yang strategis di Kota Padang.

📌 Ikuti pembaruan berita dan wisata religi Sumatera Barat hanya di:
👉 https://pituluik.com

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi […]

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x