Strategi Pariwisata NTB hadapi Pandemi COVID-19

Alber Andesko - Tak Berkategori
  • Bagikan

 STRATEGI PARIWISATA NTB HADAPI PANDEMI COVID-19

Pandemi Covid-19 telah membuat dunia pariwisata di seluruh dunia lesu dan sepi pengunjung termasuk juga dengan dunia pariwisata NTB. Namun dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan Dr. Sitti Rohmi Djalilah, Pariwisata NTB terus akan dikembangkan dengan berbagai strategi.  

Menurut Wakil Gubernur, Ada tiga strategi pada sektor Pariwisata NTB dalam Webinar Virtual dengan Menko Maritim dan Investasi RI dengan Tema “Kebijakan pemerintah NTB tentang Reaktivitas Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru”.
Seperti diketahui bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki banyak tempat wisata menarik untuk dikunjungi dan dinikmati keindahannya seperti tiga gili, pantai Senggigi, Air Terjun Mata Jitu, Pulau Moyo atau Gunung Rinjani. Provinsi Nusa Tenggara Barat memang selalu menawarkan keindahan alam yang begitu sangat mempesona. 
Untuk itu menghadapi Pandemi Covid-19 Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat selalu berusaha untuk tetap melakukan berbagai strategi agar Pariwisata NTB tidak sepi pengunjung seperti :

Strategi Pariwisata NTB pertama yang akan dilakukan adalah melakukan penyenpurnaan destinasi. Seluruh destinasi diharuskan mendapatkan sertifikat CHSE (Clean, Healthy, Savety dan Environmentagar) agar aman dari Covid-19. Pelaku pariwisata akan di dorong untuk menjaga destinasi pariwisatanya dengan baik dan menjalankan standar-standar yang telah ditetapkan yaitu destinasi yang aman, sehat dan tetap indah.
Strategi kedua Pariwisata NTB yakni menjadikan pariwisata yang berkualitas dan menggencarkan promosi.
STRATEGI PARIWISATA NTB HADAPI PANDEMI COVID-19
Gunung Rinjani
Sementara strategi yang ketiga yaitu Pemprov NTB dalam pembangunan pariwisata di NTB menggunakan prinsip konsep Pentahelix dimana pemerintah provinsi akan melibatkan akademis, swasta, komunitas dan media agar tetap bersinergi serta tidak terlepas satu dengan yang lainnya.
Selain itu Pemprov NTB akan terus mendukung dan mendorong program CHSE berbasis desa karena di NTB tumbuh kembang desa wisata sangat luar biasa. Menurut Pemprov NTB, Program CHSE dari Kementerian Pariwisata ini sangat tepat untuk diinflementasikan dan Penprov NTB sangat serius dengan masalah ini karena dari awal memang program unggulan kami adalah program yang benar-benar memperhatikan lingkungan termasuk Program Zero Waste, NTB Hijau, Bersih dan lain sebagainya.
Sementara Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ruhut Panjaitan mengajak kepada seluruh pemerintah daerah untuk melakukan hal yang baru agar pariwisata Indonesia bangkit kembali pascai Pandemi Covid-19 agar ekonomi masyarakat dapat berjalan seperti biasanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan