Selama ini, anak muda yang ingin memperdalam kemampuan bahasa Inggris lebih mengenal Kampung Inggris Pare di Kediri, Jawa Timur. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, konsep serupa hadir di Kota Padang, Sumatera Barat. Program tersebut dikenal sebagai Youth English Camp, sebuah pusat belajar bahasa Inggris dengan sistem camp yang mengutamakan praktik komunikasi sehari-hari.
Lokasi program ini berada di Jalan Bukit Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Jaraknya sekitar 4,1 kilometer dari Universitas Andalas. Karena berada di kawasan perbukitan, peserta biasanya menuju lokasi menggunakan sepeda motor melalui jalan setapak yang sudah dibeton.
📍 Lokasi di Google Maps:
https://www.google.com/maps/search/Jalan+Bukit+Sungkai+Lambung+Bukit+Padang
Konsep Kampung Inggris di Kota Padang
Program ini lahir dari pemanfaatan vila wisata yang sebelumnya sering dikunjungi turis asing. Pemilik vila yang memiliki latar belakang usaha perjalanan wisata kemudian menggagas kegiatan belajar bahasa Inggris bersama beberapa warga negara asing.
Pada awalnya, kegiatan tersebut hanya berbentuk English Club. Namun, seiring meningkatnya minat pemuda, konsep itu berkembang menjadi sistem camp yang lebih terstruktur. Program ini mulai berjalan sejak 10 Januari 2018.
Sampai sekarang, lebih dari 300 peserta telah menyelesaikan program pembelajaran. Peserta berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat, bahkan ada yang datang dari provinsi lain.

Sistem Pembelajaran Berbasis Praktik
Berbeda dengan kursus konvensional, metode belajar di camp ini menekankan praktik langsung. Peserta tinggal bersama dalam satu kawasan sehingga mereka terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
Aktivitas belajar dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB. Sementara itu, setelah salat Subuh berjemaah, peserta sudah mulai berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Dengan cara ini, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkan kosakata dan struktur kalimat.
Pada sore dan malam hari, peserta mengikuti kegiatan tambahan seperti fun game, diskusi kelompok, dan kunjungan ke tempat tertentu di sekitar Kota Padang. Selain itu, mentor juga sering mengajak peserta melakukan simulasi percakapan dalam situasi nyata.
Akibatnya, kemampuan speaking berkembang lebih cepat dibanding metode belajar satu arah.
Jenis Program dan Kelas
Pengelola menyediakan beberapa jenis kelas sesuai kebutuhan peserta. Program tersebut meliputi kelas umum, persiapan tes, serta kelas khusus akhir pekan.
| Jenis Program | Fokus Pembelajaran | Sasaran Peserta |
|---|---|---|
| General Class | Grammar, speaking, listening, reading | Pemula hingga menengah |
| TOEFL Class | Latihan soal dan simulasi tes | Mahasiswa dan pekerja |
| IELTS Class | Academic & General Training | Pendaftar beasiswa |
| Weekend Class | Praktik komunikasi intensif | Pekerja dan mahasiswa |
Kelas akhir pekan dilaksanakan di kawasan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Padang. Program ini ditujukan bagi peserta yang tidak bisa mengikuti sistem camp karena pekerjaan atau kuliah.
Biaya dan Kapasitas Peserta
Setiap periode belajar hanya menerima maksimal 20 peserta. Keterbatasan ini disesuaikan dengan kapasitas penginapan dan ruang belajar.
Biaya pendaftaran sebesar Rp1.200.000 per orang di luar makan. Untuk konsumsi, pengelola menyediakan beras, sedangkan lauk dipasok oleh masyarakat sekitar. Dengan sistem tersebut, peserta dapat mengatur kebutuhan harian secara mandiri.
Program ini terbuka bagi pelajar minimal tingkat SMP hingga usia dewasa. Anak usia SD tidak diterima karena belum mampu mengurus diri sendiri selama tinggal di camp.
Peran Relawan Asing
Setiap periode, pengelola menghadirkan relawan dari luar negeri. Relawan tersebut berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Italia, hingga Afrika Selatan.
Salah satu relawan asal San Francisco, Kyle Zander, menyampaikan bahwa dirinya tidak hanya mengajar bahasa Inggris, tetapi juga mempelajari budaya Indonesia. Karena tidak bisa berbahasa Indonesia, seluruh interaksi dilakukan dalam bahasa Inggris. Situasi ini secara tidak langsung memaksa peserta untuk aktif berbicara.
Selain itu, relawan tidak bertindak sebagai pengajar formal. Mereka lebih sering berdiskusi dan bermain peran bersama peserta. Dengan demikian, suasana belajar terasa lebih santai dan alami.
Dampak terhadap Kepercayaan Diri Peserta
Sebagian besar peserta mengaku telah memiliki dasar bahasa Inggris dari sekolah. Namun, mereka jarang mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Setelah mengikuti program ini, mereka menjadi lebih berani berbicara.
Kehidupan bersama mentor dan teman satu angkatan menciptakan suasana kekeluargaan. Akibatnya, peserta tidak lagi merasa malu saat melakukan kesalahan. Mereka menganggap kesalahan sebagai bagian dari proses belajar.
Beberapa peserta bahkan menyebut bahwa belajar tanpa tekanan membuat proses terasa lebih ringan. Mereka tidak dihukum ketika salah berbicara. Sebaliknya, mentor hanya meluruskan struktur kalimat melalui diskusi.
Keunggulan Metode Camp
Keunggulan utama sistem camp terletak pada pembiasaan. Bahasa tidak hanya dipelajari, tetapi digunakan setiap hari. Karena itu, peserta terbiasa berpikir langsung dalam bahasa Inggris tanpa menerjemahkan terlebih dahulu.
Selain itu, lokasi di kawasan perbukitan memberikan suasana belajar yang tenang. Lingkungan alam membantu peserta lebih fokus dan tidak mudah terdistraksi oleh hiruk-pikuk kota.
Dengan pendekatan tersebut, program ini menjadi alternatif baru bagi pemuda Sumatera Barat yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris tanpa harus pergi ke Jawa.
Perkembangan Program dan Harapan ke Depan
Pengelola terus melakukan evaluasi setiap periode belajar. Mereka menyesuaikan metode pengajaran dengan kemampuan peserta. Selain itu, pengelola juga membuka peluang kerja sama dengan sekolah dan kampus.
Ke depan, program ini diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran bahasa Inggris berbasis komunitas di Sumatera Barat. Dengan melibatkan relawan asing dan mentor lokal, sistem ini dapat menjembatani kebutuhan komunikasi global generasi muda.
Kesimpulan
Youth English Camp di Padang menjadi alternatif nyata bagi pemuda yang ingin memperdalam bahasa Inggris dengan cara praktis. Melalui sistem camp, peserta terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
Konsep belajar berbasis lingkungan, dukungan relawan asing, serta suasana alam perbukitan menjadikan program ini berbeda dari kursus biasa. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berkomunikasi secara aktif.
🔔 Penutup
Untuk informasi pendidikan, wisata, dan inspirasi daerah lainnya, silakan cek pembaruan terbaru di:
👉 https://pituluik.com

Penggiat literasi digital, WordPress dan Blogger
website: alber.id , andesko.com , upbussines.com , pituluik.com











