Bukan Rendang, Ini Makanan Khas Lubuk Sikaping

Lubuk Sikaping dikenal sebagai ibu kota Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Wilayah ini berperan sebagai pusat pemerintahan sekaligus kawasan lumbung padi bagi daerah sekitarnya. Namun, selain sektor pertanian, Lubuk Sikaping juga menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang jarang diketahui masyarakat luas.

Banyak orang mengira kuliner Sumatera Barat hanya sebatas rendang dan gulai. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Setiap daerah memiliki makanan khas dengan karakter rasa berbeda. Karena itu, makanan khas Lubuk Sikaping menjadi bukti bahwa Pasaman memiliki identitas kuliner tersendiri.

Selain itu, makanan khas Lubuk Sikaping lahir dari bahan lokal seperti beras, ikan sungai, kelapa, dan gula aren. Bahan tersebut diolah secara tradisional sehingga menghasilkan cita rasa autentik. Akibatnya, kuliner Pasaman tetap bertahan hingga sekarang sebagai bagian dari budaya masyarakat.


Daftar Makanan Khas Lubuk Sikaping

NoNama MakananBahan UtamaCiri Khas
1Kipang Pulut Bonjol ItaBeras ketan, gulaManis, renyah, cocok oleh-oleh
2Ikan Bakar PasamanIkan mas/nila, rempahDominan kunyit dan bumbu lokal
3Kue PareTepung beras, kelapa, gula merahBentuk pare, isi manis
4Bakso KelapaBakso sapi, kelapa mudaDisajikan dalam batok kelapa
5Sala LauakIkan asin, tepung berasGurih, bulat, renyah

Kipang Pulut Bonjol Ita, Ikon Kuliner Pasaman

Bukan Rendang, Ini Makanan Khas Lubuk Sikaping

Kipang pulut Bonjol Ita menjadi makanan khas Lubuk Sikaping yang paling dikenal. Makanan ini terbuat dari beras ketan yang dimasak bersama gula hingga mengeras dan dipotong kecil-kecil.

Rasanya manis dan teksturnya renyah. Oleh karena itu, wisatawan sering menjadikannya sebagai buah tangan. Selain itu, harga kipang relatif terjangkau sehingga cocok dibeli dalam jumlah banyak.

Seiring waktu, kipang tidak hanya dipasarkan di Pasaman. Produk ini mulai menembus pasar luar Sumatera Barat. Akibatnya, nama Lubuk Sikaping semakin dikenal melalui camilan tradisionalnya.


Ikan Bakar Pasaman yang Kaya Rempah

Bukan Rendang, Ini Makanan Khas Lubuk Sikaping

Selain camilan, makanan khas Lubuk Sikaping juga mencakup hidangan berat seperti ikan bakar. Masyarakat setempat biasanya menggunakan ikan mas atau ikan nila yang berasal dari kolam dan sungai sekitar.

Ikan tersebut dibumbui dengan kunyit, bawang, cabai, serta rempah lain. Kemudian, ikan dibakar hingga matang sempurna. Proses ini menghasilkan aroma khas yang menggugah selera.

Selanjutnya, ikan bakar disajikan bersama sambal pedas dan gulai daun singkong. Perpaduan rasa gurih dan pedas menciptakan sensasi makan yang khas Pasaman. Karena itu, menu ini banyak dijual di rumah makan tradisional.


Kue Pare yang Diakui Secara Nasional

Bukan Rendang, Ini Makanan Khas Lubuk Sikaping

Kue pare menjadi salah satu makanan khas Lubuk Sikaping yang mendapat perhatian nasional. Makanan ini pernah masuk 10 besar Anugerah Pesona Indonesia kategori kuliner.

Bahan utama kue pare meliputi tepung beras, gula merah, parutan kelapa, dan daun pandan. Meskipun namanya kue pare, makanan ini tidak menggunakan buah pare. Sebaliknya, bentuknya menyerupai pare dengan warna hijau.

Bagian dalam kue diisi kelapa parut yang dimasak bersama gula merah. Rasa manis berpadu dengan aroma pandan sehingga cocok sebagai camilan sore. Selain itu, kue ini sering hadir dalam acara adat.


Bakso Kelapa yang Unik dan Berbeda

Bukan Rendang, Ini Makanan Khas Lubuk Sikaping

Bakso kelapa menghadirkan inovasi dalam makanan khas Lubuk Sikaping. Berbeda dari bakso biasa, hidangan ini disajikan di dalam batok kelapa muda.

Daging kelapa menyatu dengan kuah bakso sehingga menciptakan rasa manis alami. Sementara itu, air kelapa disajikan terpisah sebagai minuman pendamping.

Karena bentuknya unik, bakso kelapa menarik perhatian banyak orang. Selain itu, rasanya yang segar membuat makanan ini digemari generasi muda.


Sala Lauak, Gorengan Tradisional Pasaman

Bukan Rendang, Ini Makanan Khas Lubuk Sikaping

Sala lauak merupakan gorengan tradisional berbahan ikan asin yang dihaluskan dan dicampur dengan tepung beras serta bawang putih. Adonan tersebut dibentuk bulat lalu digoreng hingga kecokelatan.

Bagian luar terasa renyah, sedangkan bagian dalam lebih lembut. Biasanya, sala lauak disajikan sebagai pelengkap sarapan.

Masyarakat setempat sering menyantapnya bersama ketupat gulai. Karena rasanya gurih dan harganya terjangkau, sala lauak mudah ditemukan di pasar tradisional.


Potensi Kuliner sebagai Identitas Daerah

Makanan khas Lubuk Sikaping berkembang dari aktivitas pertanian dan perikanan masyarakat. Setiap bahan baku berasal dari lingkungan sekitar sehingga rasa makanan tetap alami.

Selain itu, sebagian besar makanan diproduksi secara tradisional. Proses tersebut menjaga keaslian cita rasa dan nilai budaya. Akibatnya, kuliner Pasaman memiliki potensi besar sebagai identitas daerah.

Jika pelaku UMKM terus berinovasi tanpa menghilangkan karakter asli, makanan khas Lubuk Sikaping dapat menjadi daya tarik ekonomi kreatif daerah.


Kesimpulan

Makanan khas Lubuk Sikaping menunjukkan bahwa Pasaman tidak hanya kaya hasil alam, tetapi juga kaya rasa. Kipang pulut, ikan bakar, kue pare, bakso kelapa, dan sala lauak mencerminkan kearifan lokal yang terus hidup.

Wisatawan yang datang ke Pasaman sebaiknya tidak hanya menikmati alamnya. Sebaliknya, mereka juga perlu mencicipi kuliner tradisional sebagai bagian dari pengalaman budaya.


Penutup

Untuk membaca artikel terbaru seputar kuliner dan budaya daerah, silakan cek pembaruan di:
👉 https://pituluik.com

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x